BANYUASIN, Newshannter.Com- Guna Untuk Menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Sekaligus Menyambut perhelatan Asian Games 2018 di Sumatera Selatan,Kabupaten Banyuasin provinsi Sumsel turut serta dalam menyukseskan event akbar yang bertaraf internasional Tersebut.
Kabupaten Banyuasin Merupakan Termasuk Lumbung Pangan terbesar Penyuplai Padi di Provinsi Sumatera Selatan,dan Juga Pangan yang berkualitas Mulai dari Jagung dan lain-lain,Bahkan Kabupaten Banyuasin selalu siap kapan saja demi kemajuan indonesia terutama sumsel.Bahkan siap mempromosikan hasilnya pada Masyarakat Eknomi Asean (MEA 2018) yang akan datang
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin Melalui Kabid Ketersediaan Dan Kerawanan Pangan Romla Sp,mengatakan,” Menyambut MEA 2018 ini, sentral produksi yang kita hasilkan nanti hanya bahan pokok beras, jagung di kabupaten banyuasin ini. Tapi paling banyak di mintaki masyarakat yaitu beras (padi). Karena Kami menginginkan dan meningkatkan suplier bagus dan aman untuk di konsumsi,”ungkap romla.
“Naah selain itu juga, Dalam 1 bulan kita kirim 8 ton perbulan ke berbagai provinsi sumsel tetapi palembang yang paling banyak permintaan beras atau padi yang kita kirim. Karena para petani juga setelah panen tidak mungkin di jualnya semua pasti mereka juga menyetok panen stok untuk pangan desa.
Di kabuapten banyuasin ini masih kita alami 2 musim, ada musim pasang surut dan pasang lebak, dimana kedua musim ini bisa saja menguntungkan warga petani banyuasin dan bisa merugikan karena dampak dari musim itu sendiri,”ujar romla.
Lebih Lanjut Romlah Mengungkapkan,Kita sudah dari tahun ketahun selalu distributorkan penghasilan kita di palembang yang tersebar langsung di beberapa titik kota palembang, mulai dari jakabaring yaitu toko tani, pasar sekip, pasar kenten dan kertapati. Karena setelah panen kita langsung kirimkan ke konsumen lagi tanpa perantara demi mengurangi harganya yang relatif lebih murah,”tambahnya.
Sedangkan label beras kita dari Pemkab banyuasin Sampai sekarang kita belum ada label untuk beras, tapi hanya pemasok pangan dan kita buatkan perkarung. Sehingga kita kurang untuk anggaran. Sehingga untuk pembinaan para petani ini juga kurang anggaran terbatas.
Sementara Untuk jual mengambil kelokasi itu harganya 8 ribu perkilo, kalau sampai ke palembang 9 ribu perkilo. “harapan kedepan kalau bisa harga petani relatif lebih tinggi, kalau konsumen membeli harga terendah. Sehingga kedepan tidak ada perantara, dari distributor ke konsumen,” ujar Romlah
Dijelaskan Romlah menyambut MEA 2018 ini, sentral produksi yang kita hasilkan nanti hanya bahan pokok beras, jagung di kabupaten banyuasin ini. Tapi paling banyak di mintaki masyarakat yaitu beras (padi). Karena Kami menginginkan dan meningkatkan suplier bagus dan aman untuk di konsumsi.
selain itu juga jelas Romlah, dalam 1 bulan kita kirim 8 ton perbulan ke berbagai provinsi sumsel tetapi palembang yang paling banyak permintaan beras atau padi yang kita kirim. Karena para petani juga setelah panen tidak mungkin di jualnya semua pasti mereka juga menyetok panen stok untuk pangan desa.
“Di kabuapten banyuasin ini masih kita alami 2 musim, ada musim pasang surut dan pasang lebak, dimana kedua musim ini bisa saja menguntungkan warga petani banyuasin dan bisa merugikan karena dampak dari musim itu sendiri,” jelasnya.
Ditambkanya dari tahun ketahun kita selalu distributorkan penghasilan ke palembang yang tersebar langsung di beberapa titik kota palembang, mulai dari jakabaring yaitu toko tani, pasar sekip, pasar kenten dan kertapati. Karena setelah panen kita langsung kirimkan ke konsumen lagi tanpa perantara demi mengurangi harganya yang relatif lebih murah,”tambahnya.
“Namun label beras kita dari Pemkab banyuasin Sampai sekarang belum ada , tapi hanya pemasok pangan dan kita buatkan perkarung. Sehingga kita kurang untuk anggaran. Sehingga untuk pembinaan para petani ini juga kurang anggaran terbatas.
” harganya jual 8 ribu perkilo, kalau sampai ke palembang 9 ribu perkilo. “harapan kedepan kalau bisa harga petani relatif lebih tinggi, kalau konsumen membeli harga terendah. Sehingga kedepan tidak ada perantara, dari distributor ke konsumen,”pungkasnya. (adinata)





