PALEMBANG -Newshanter,com Ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI) melakukan aksi demo didepan Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Palembang, Jumat (4/8/2017).
Aksi ini terkait aksi mahasiswa sebelumnya di kampus Unsri kamis lalu tentang permasalahan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 9, mereka meminta DPRD menyelesaikan permasalah tersebut dan tindakan kekerasan oleh oknum kepolisian Ogan Ilir terhadap para mahasiswa yang melakukan aksi dikampusnya.
Dari hasil mediasi yang di wakili oleh beberapa perwakilan mahasiswa dan beberapa anggota DPRD, mahasiswa dan anggota DPRD sepakat akan myelesaikan permaslahan ini dengan pihak Unsri paling lambat 7 agustus mendatang.Wakil Ketua DPRD Sumsel M Yansuri SIP bersama anggota lainnya H Budiarto Marsul, H Rizal Kennedi, H Saiful Padli, H Eddy Rianto bersama Presiden Mahasiswa Unsri Rahmat Farizal mengumumkan hasil dialog di Gedung DPRD Sumsel, Jumat (4/8/2017).
“Kami tadi mewakili rekan-rekan mahasiswa yang ikut audiensi dengan anggota DPRD Sumsel. Ketika kampus tidak menemukan. Audiensi malah penonaktifan akun. Sekarang kita mengadu ke rumah rakyat. Kita menuntut 3 hal dan diterima. Ini sudah ada lembar kesepahaman,” ungkap Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal.
Poin pertama, menuntut DPRD Sumsel menjadi mediator dan memanggil rektor untuk penurunan UKT Semester 9.
Poin kedua menuntut DPRD Sumsel menjadi mediator dan memanggil rektorat dan kepolisian atas pemukulan oleh oknum kepolisian dan karyawan sampai setuntas-tuntasan.
Poin ketiga menuntut DPRD Sumsel menjadi mediator dan memanggil rektorat terhadap 3 mediator mahasiswa yang dinonaktifkan akun.Akan memediasi dengan pihak rektorat Unsri, Senin 7 Agustus 2017 mendatang.
Presiden Mahasiswa Unsri Rahmat Farizal ikut menandatangani selaku koordinator.
“Oknum kepolisian OI sudah ditahan. Itu salah satu proses instansi terkait. Besok undangan kami antarkan ke Unsri. Mudah-mudahan Rektor Unsri akan hadir ke sini,” tegas Yansuri.
“Kami tidak ingin hanya ditahan karena ini menyakiti hati mahasiswa. Kami akan kawal proses terhadap oknum polisi ini,” kata Presiden Mahasiswa Unsri, Rahmat Farizal
Sementra itu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang akan menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Sumsel menyempatkan diri hadir menemui mahasiswa yang sedang menggelar aksi di depan gedung DPRD Sumsel .
Karena memang waktu Gubernur terlalu padat, sehingga diputuskan untuk menerima perwakilan mahasiwa untuk berdiskusi bersama wakil rakyat di salah satu ruangan di gedung DPRD.Terlebih, rapat paripurna harus ditunda karena para anggota dewan menemui mahasiswa yang menggelar aksi.(Sp/Fil)





