Rakerda Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Bahas Tentang Peningkatan Produktivitas Pertanian

Palembang,newshanter.com – Produksi pertanian padi di Sumatra Selatan tercatat masih menghadapi sejumlah masalah, mulai dari rendahnya produktivitas, tingginya tingkat kehilangan saat panen hingga kurangnya pupuk bersubsidi di lapangan.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si mengatakan ada dua upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian makanya kita meluncurkan program salah satunya adalah bagaimana meningkatkan luas areal tanam dan yang kedua bagaimana meningkatkan produktivitas.

“Dua-duanya akan meningkatkan produksi yang pertama bagaimana yang semula tanamnya hanya satu kali menjadi dua kali yang dua kali menjadi tiga kali. Kedua bagaimana meningkatkan produktivitas adalah yang semula panennya itu atau produksinya itu mencapai 6 ton Gabah Kering Panen (GKP) bisa menjadi 8 ton GKP. atau menjadi 9 ton GKP,” ujarnya saat di wawancarai diselah-selah acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura provinsi Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam rangka upaya peningkatan produktivitas inilah kita melakukan Rakerda bagaimana sinergisitas antara Provinsi, Kabupaten, Kota, Dinas Pertanian provinsi, Dinas Pertanian kabupaten kota bersama-sama membenahi apa saja yang harus dilakukan.

“Yang pertama bagaimana meningkatkan intensitas pertanaman. intensitas pertanaman itu bisa kita intervensi dengan perbaikan jaringan sarana infrastruktur. Bagaimana kita membangun jaringan saluran tata air sehingga kebutuhan air bisa terpenuhi, bahkan apabila terjadi genangan airnya bisa kita keluarkan. Yang kedua bagaimana kita lakukan percepatan pengolahan lahan, percepatan panen. Dalam hal ini bukan hanya jaringan infrastruktur yang dibutuhkan tetapi juga adalah moderenisasi alat mesin pertanian,” bebernya.

Lanjut, ia juga mengatakan kita juga akan meminimalisir losses atau kehilangan hasil yang masih sangat tinggi di Sumsel sampai mencapai hasil 11% kalau bisa ditekan dibawah 5% atau 5% saja ada 6% dikali 539 ribu ton GKG maka akan ada tambahan sekitar 40 ribu ton tambahan produksi yang bisa kita tekan kehilangannya.

“Alhamdulillah hari ini sampai 2 hari kedepan bupati dari berbagai kabupaten sempat hadir baik yang detenitif maupun yang Plh, kepala dinas 17 kabupaten kota juga sudah hadir dalam rakerda ini untuk membahas bagaimana meningkatkan produksi pertanian,” katanya.

Ia juga menjelaskan, bagaimana meningkatkan produktivitas. Produktivitas ini apabila sarananya sudah baik alat mesin pertaniannya sudah ada bagaimana kita melakukan pertanaman berdasarkan rekomendasi teknis yang dianjurkan oleh Balai Penelitian Pengkajian Teknologi Tanaman Pangan Sumsel.

“Berapa jumlah benihnya, berapa varitasnya, berapa dosis pupuknya per hektar, berapa ureanya, berapa NPK nya, bagaimana pengelolaannya, bagaimana pemberian proteksi tanaman dari serangan hama, bagaimana kita memanen. Semoga apabila ini kita terapkan maka produktifitas akan meningkat yang semula 6 ton GPK mudah-mudahan mencapai 9 ton GPK,” pungkasnya. (vina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *