PSSI Dibekukan Disambut Gegap Gempita Ribuan Bonex. La Nyalla Terpilih Sebagai Ketua Umum

Ribuan Bonek Gegap Gempita Menyambur PSSI di Bekukan,

pssibonek1Jakarta.Newshanter.com- Disaat PSSI mengelar Kongres Luar Biasa PSSI tahun 2015 di Surabaya, Sabtu (18/04/2015) Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membekukan PSSI dengan mengeluarkan surat pembekuan terhadap Persatutaan Sepak Bola Seluruh Indonesia dengan nomor 0137 tahun 2015. Surattersebut ditandatangani oleh Imam pada tanggal 17 April 2015

Pembekun PSSI itu disambut gegap gempita Ribuan bonek pendukung Persebaya 1927, yang sedang Demo. Mereka pun menyudahi aksi demonya dengan damai.

“Tolong dolor-dolor kabeh rungokno diluk ae, paling 5 menit. Iki ono berita penting teko Jakarta. (Tolong saudara-saudara semuanya dengarkan sebentar saja, sekitar 5 menit saja. Ini ada berita penting dari Jakarta,” ujar koorlap aksi Andi Peci di Jalan Embong Malang, Surabaya, Sabtu (18/4/2015).

Ia pun membacakan surat keputusan dari Menpora nomor 01307 Tahun 2015 tentang sanksi administrasi Menpora kepada PSSI, dengan tidak mengakui semua aktivitas badan sepakbola itu.

Begitu Andi selesai membacakan isi surat tersebut, sontak ribuan bonek gegap gempita dan menerikan yel-yel dukungan terhadap Persebaya 1927. “Ijo ijo ijo” teriak ribuan bonek.

Andi Peci melanjutkan kembali orasinya, dengan SK Menpora tersebut, maka seluruh kegiatan PSSI tidak diakui pemerintah.

Tak lama kemudian para suporter itu berangsur-angsur meninggalkan tempat, menyudahi aksinya dengan damai. sambil menyanyikan lagu-lagu Persebaya 1927, mereka kembali ke tempat masing-masing, sebagian ada yang pulang ke “rumah” mereka di Stadion Gelora 10 November Tambaksari.

Saat dikonfirmasi ke pihak Kemenpora tentang pembekuan .”Ya, benar kami telah mengeluarkan surat tersebut,” kata Gatot Dewa Broto, juru bicara Kementrian Pemuda dan Olahraga.Surat tersebut menegaskan bahwa Kemenpora memberikan sanksi administratif berupa tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI.

Selain tidak Menpora tidak mengakui PSSI, Menpora juga menyatakan bahwa setiap keputusan dan/atau tindakan yang dihasilkan oleh PSSI termasuk Keputusan hasil Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum bagi organisasi, Pemerintah di tingkat pusat dan daerah maupun pihak-pihak lain yang terkait.

“Demikian antara lain isi surat tersebut. Alasan-alasan yang disebutkan adalah secara de facto dan de jure sampai dengan tenggat batas waktu yang telah ditetapkan dalam tiga teguran tertulis, PSSI nyata-nyata secara sah dan meyakinkan telah terbukti mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan Pemerintah melalui Teguran Tertulis dimaksud.”

Keputusan ini diambil Kemenpora menyusul PSSI yang tidak mengakui hasil rekomendasi BOPI tidak meloloskan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Sebelumnya, Menpora sudah mengirimkan tiga kali surat teguran, dengan SP 3 dikeluarkan pada Kamis (16/4) 2015. Hingga tenggat waktu yang telah ditentukan yaitu pada Jumat (18/4) pukul 18.40 WIB, PSSI tidak memberikan jawaban.

Ketua Umum Terpilih

Sementara itu La Nyalla Mahmud Mattalitti yang baru saja terpilih sebagai ketua umum PSSI pada Kongres Luar Biasa PSSI 2015 mengatakan bahwa ia tak menggubris surat pembekuan yang dilayangkan Kemenpora.

“Jalan terus, karena PSSI punya badan hukum sendiri. Jalani tugas dulu, nanti lihat ke depan,” kata La Nyalla kepada para awak media usai pemungutan suara, Sabtu siang (18/04/2015) sembari menambahkan bahwa yang berhak membekukan PSSI adalah FIFA.

Ketua Umum PSSI periode 2015-2019, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan tidak akan mempedulikan keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang membekukan PSSI.Keputusan Kemenpora membekukan PSSI dikeluarkan saat organisasi itu menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel JW Marriott, Surabaya.

Praktis dengan keluarnya surat tersebut, bisa dipastikan segala kegiatan yang dilakukan PSSI tidak diakui Menpora. Nantinya, Tim Nasional U-23 yang tengah bersiap menghadapi SEA Games akan diawasi langsung oleh KONI dan KOI.

Namun Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman mengelak jika pihaknya bakal menangani Evan Dimas dan kawan-kawanSebelumnya Kemenpora mengirimkan surat sanksi administratif kepada PSSI. Surat bernomor 0137 tahun 2015 tersebut ditandatangani oleh Imam pada tanggal 17 April 2015 dan menyatakan bahwa Kemenpora tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI.

Sementara itu, seluruh kegiatan tim nasional dan kompetisi akan diserahkan kepada KONI dan KOI.Selain itu, Kemenpora juga menyatakan bahwa keputusan yang dihasilkan dari Kongres Luar Biasa tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, termasuk di antaranya La Nyalla yang terpilih sebagai ketua umum.(Net/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *