Palembang, newshanter.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan provinsi Sumsel Ir Ruzuan Efendi, M.M saat diwawancara awak media, dimana sejak dilaunching tahun 2021 untuk Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) sudah membantu sebanyak 20 ribu rumah tangga miskin (RTM), demikian diutarakannya saat diwawancarai di kantornya, Selasa (28/8/2023).
Dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Ir Ruzuan Efendi, M.M, untuk GSMP hingga saat ini sudah membantu 20 Ribu RTM, dengan adanya GSMP ini diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan, menurunkan inflasi dan stunting.
GSMP ini adalah inovasi atau ide dari Gubernur Sumsel Herman Deru langsung yang secara spontanitas beliau menginginkan ada pergerakan-pergerakan yang ada pemenuhan kebutuhan pangan.
“Sehingga dengan sporadis dengan begitu cermat akhirnya di launching tanggal 2 Desember 2021 di Lahat dan diikuti oleh seluruh kabupaten kota di mana pada saat itu beliau menyampaikan bahwa GSMP ini didukung oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kemudian, sehingga namanya bukan program, namanya bukan proyek tapi gerakan. Kalau namanya gerakan ya kalau gerakan sebagai contoh seperti senam semuanya bergoyang. Nah itulah beliau mengajak seluruh masyarakat seluruh lapisan masyarakat yang tidak mampu dibantu oleh yang mampu untuk mendorong memotivasi menanam sendiri.
Sehingga jargonnya merubah mindset mengajak masyarakat merubah mindset yang tadinya sebagai pembeli menjadi penghasil walaupun tidak seluruh kebutuhan. Kalau mau menanam cabe saja silakan, atau mau menanam bawang saja silakan, atau sayuran juga silahkan.
“Termasuk mau menanam di mana silakan. Apakah di lahan pekarangan yang luas di desa atau kalau di polibag digantung atau pakai polibag yang di pinggir rumah silakan yang penting merubah mindset,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, inilah yang kita masifkan, melalui GSMP ini kita juga mengajak pihak ketiga, kalau ada yang ingin membantu benih ikan atau ayam atau bibit sayuran ya silahkan, yang penting masyarakat itu berubah itu yang pertama yang dilakukan. Dimana yang kita lakukan lagi, adalah kita Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membagi tugas dan bertanggung jawab.
Beberapa kabupaten/kota contoh di GSMP itu ada tim yang sudah di SK kan dan satu lagi bahwa GSMP ini sudah ada Peraturan Gubernurnya (Pergub) nya Nomor 22 tahun 2022. Jadi itu dasar kita dan di situ jelas siapa yang bertanggung jawab, dan siapa yang bertugas.
“Jadi seluruh masyarakat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perbankan, stakeholder, karang taruna dan penganggarannya menggunakan dana Coorporate Social Responsibility (CSR),” katanya.
Masih dilanjutkannya, untuk progres tercatat sampai sekarang yang sudah bantu yang tercatat itu yang sudah dilaporkan ke sebagai sekretariat GSMP itu sudah lebih dari 20.000 RTM di seluruh Sumsel. Jadi sudah ada 20 ribu RTM itu yang tercatat yang dikelola tercatat di kita sekretariat. Dan yang belum tercatat itu yang dikelola oleh kabupaten kota sendiri itu lebih.
Untuk diketahui yang termasuk dalam GSMP itu juga masuk di program Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dengan adanya dana di desa itu bahwa sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) dan juga Peraturan Menteri Desa (Permendes) menyatakan 20 persen dana desa (DD) itu digunakan untuk ketahanan pangan dan hewani.
“Itu salah satu yang mendukung GSMP ini. Kalau ada anggaran dari mereka kalau seandainya di desa itu ada DD Rp 1 Miliyar berarti Rp 200 juta wajib untuk ketahanan pangan dan hewani. Sehingga kita bisa lihat seluruh bisa koordinasi dengan kabupaten dan kota dan seluruh stakeholder,” ucapnya.
Masih disampaikannya, dimana dengan Dinas Kesehatan, Dinas PMD berapa kali kita rapat sudah terlihat hilalnya kata gubernur Sumsel H Herman Deru. Indikator turunnya angka kemiskinan itu dari GSMP juga, dan kita juga sudah dianjurkan sesuai diperintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) bahwa seluruh OPD itu mempunyai kelurahan binaan.
Mengapa kelurahan binaan karena lurah kelurahan itu tidak punya dana lurah.Kalau dari segi karena kalau di GSMP ini sebenarnya mindsetnya merubah kita dari pembeli menjadi penghasil ini yang harus diikuti. Bahwa pihak bisa sampaikan itu ke masyarakat, apakah sudah menanam sayur-sayuran.
“Itu salah satu tujuannya kalau untuk berjualan untuk menjadi produsen mungkin memang ada. Tapi di kabupaten tapi kalau di lingkungan di RTM itu masih untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari saja. Kita juga berharap dengan adanya gerakan gsmp ini masyarakat kita yang RTM itu tidak akan terpengaruh dengan harga yang tiba-tiba berubah tinggi,” tutupnya.(ton)





