Plt Bupati OKI “Geram” Dengan PT Waskita Karya

 

Kayuagung OKI, Newshanter.com – Pelaksana Tugas (plt) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) HM. Rifai SE berjanji akan menyetop sendiri kendaraan pengangkut material pembangunan jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung) di wilayah Bumi Bende Seguguk baik dump truk pengangkut tanah, pasir dan Tronton yang membawa tiang pancang serta truk molen.

Rifa’i mengungkapkan setelah dirinya meninjau langsung pada titik kerusakan jalan yang berada di dalam kota kayuagung hingga jalan sepucuk dimana Mega proyek Tol dilaksanakan guna memastikan secara langsung keluhan dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui media sosial dan media masa.

“Banyaknya keluhan dan kecelakaan yang terjadi bahkan sampai menelan korban jiwa dijalan lintas timur akibat jalan licin karena adanya sisa material, bahkan dijembatan kayuagung kemarin siang satu unit mobil terjepit hingga ringsek berat dibagian depan dan belakang oleh truk pasir yang tidak dapat menaiki jembatan,” ungkapnya pada rapat koordinasi yang di laksanakan di Rumah makan Pagi Sore Kamis (22/2).

Plt Bupati OKI HM. Rifai SE  berang atas perilaku pihak waskita telah banyak melanggar kesepakatan dalam melaksanakan pengerjaan proyek tol yang telah dibuat bersama, bahkan siap mengambil tindakan apabila masih mendengar keluhan warga OKI jika masih tidak mengindahkan perjanjian yang telah ditanda tangani bersama tersebut.

Adapun perjanjian yang tertuang dalam kertas dan telah dicap antara Pemkab OKI melalui Dinas Perhubungan,  Dinas Pekerjaan Umum,  Kepolisian dan PT. Waskita Karya ditanggal 27 November 2017 pada rapat koordinasi yang berisikan lima (5) point diantaranya.

1. mobilisasi pengangkutan bahan material dan alat pembangunan jalan tol trans sumatera dan tol kapal betung untuk muatan tidak boleh melebihi 25 ton.
2. ‎ kendaraan yang mengangkut bahan material pasir, tanah dan koral harus ditutup terpal guna mengantisipasi material tidak jatuh kepermukaan jalan yang dapat menyebabkan kecelakaan para pengguna jalan lainnya.
3. ‎pengangkutan bahan material dan alat pembangunan dilakukan pada saat off peak (sepi)  didalam kota kayuagung (pagi pukul 08.00 s/d 11.00 WIB,  siang pukul 14.00 s/d 15.30 WIB,  sore pukul 19.00 s/d 05.00 WIB). Jadwal khusus hari sabtu/adanya pasar tumpah,sore pukul 15.00 WIB /selesai.
4. ‎apabila ada kegiatan hajatan (pesta)  masyarakat kota kayuagung maka tidak melintas sebelum ada pemberitahuan.
5. ‎seluruh armada yang melintas kelokasi proyek nasional (jalan tol)  untuk tidak konvoi / beriringan.

Lanjut Rifai, qapabila terhitung (hari ini) tetap dilakukan dan tidak dindah bahkan tanpa melalui koordinasi dengan dinas terkait maka Pemkab OKI atau saya secara langsung akan menyetop kendaraan tersebut bahkan akan menghentikan sementara kegiatan yang dikakukan oleh PT. waskita.

“jika masih melanggar maka saya akan bertindak tegas,  mau bukti silahkan lakukan dari pada masyarakat saya yang menderita maka lebih baik waskita yang akan ditindak”,tegasnya sembari memberi warning keras kepada pihak pelaksana.

Setali tiga uang, budi dan ima selaku perwakilan dari managemen PT. Waskita Karya sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemkab oki yang mewarning secara keras apabila masih melanggar bahkan siap diberhentikan secara sementara.

“Kita (PT. waskita Karya)  setuju apa yang diungkapkan oleh bapak Plt Bupati HM. Rifai SE jika harus menyetop kendaraan apabila masih melanggar”,ungkap kedua perwakilan PT. waskita Karya pada rapat koordinasi duduk bersama mencari solusi terbaik agar masyarakat tidak menjadi korban.  (salim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *