Tanjabtim,Jambi-Newshanter.com. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjabtim, Gustin Wahyudi, membeberkan jika kebocoran pipa gas milik Petro China sudah dua kali terjadi sepanjang Desember 2017. Kebocoran pertama, diketahui terjadi pada Jumat tanggal 1 Desember 2017, di Desa Lagan Ulu Kecamatan Geragai, pada pukul 13.05 Wib. Yang kedua terjadi pada Senin (25/12/2017) dengan adanya indikasi kebocoran pipa gas di km 4, RT 32, Desa Pandan Jaya.
Menurut Gustin, hal itu diketahui berawal dari pengawasan rutin berdasarkan alat pendeteksi pipa gas. Diketahui terjadi pengurangan tekanan yang tidak normal. Pihak Petro China langsung mengidentifikasi lokasi kejadian dan mengisolasi daerah.
“Kami telah sepakat apapun yang terjadi, Petro siap bertanggung jawab dan berharap ke depannya ada komunikasi lebih baik,” kata Gustin saat konferensi pers PT Petro China terkait adanya kebocoran pipa gas, di Aula Kampung Ratu Talang Babat, Kamis (28/12).
Dalam konferensi tersebut, Saiful, Super Intenden PT Petro China, menjelaskan kronologi kejadian bocornya pipa gas.
“Pertama kami mohon maaf ada miss komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, perlu ada model komunikasi baru dan yang perlu diperbaiki. Berdasarkan SOP yang telah ada, kami patroli dan langsung periksa terkait gelembung udara di dalam air. Ternyata gas, dan gas diperiksa, 10 cm dari permukaan, kadar gas 0. Kesimpulan sementara bahwa kandungan gas sangat rendah,” jelasnya.
“Kita langsung buat barikade guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Tomas Edison, Supervisor PT Petro China, mengatakan perusahaan tetap memandang penting keselamatan dan kesehatan lingkungan. “Kami sudah ada SOP, bahwa yang bocor tadi itu gas yang tak berbau, sudah dicek baru kita klem,” ujar Edison.
“Pada rabu pagi, indikasi kebocoran telah diatasi,” timpal Kepala DLH, Gustin Wahyudi.(Ridwan)





