Permintaan Emil Salim kepada Gubernur Baru DKI Jakarta

ProfDrEmilSalim_Dok_Gatra

JAKARTA -Newshanter.com- Mantan Menteri Lingkungah Hidup dan Menteri Perhubungan era Presiden Soeharto Emil Salim menggunakan hak suaranya pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua hari ini, Rabu (19/4), di TPS 05 Patra Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Ia berharap nantinya pemimpin baru DKI Jakarta akan mampu menciptakan stabilitas untuk dun‎ia usaha. Oleh karena itu, Gubernur DKI Jakarta nantinya haruslah yang sesuai dengan apa yang diinginkan pemilih.

“‎Sesuai dengan apa yang dikehendaki pemilih. Kalau tidak didukung pemilih kan susah. Dunia usaha tentu ingin melihat yang bisa membangun kota DKI Jakarta,” katanya di TPS 05 Patra Kuningan, Jakarta, Rabu (19/4).

Bagi dunia usaha, kata Emil, stabilitas adalah kunci yang paling penting untuk berinvestasi di Indonesia. Karena itu, stabilitas investasi juga harus menjadi fokus utama Gubernur DKI Jakarta yang baru.

“Maka kembali siapa yang menjadi hasil dari pemilih total terbanyak. Itu yang paling penting. Mayoritas menjadi kunci stabilitas politik. Dan itu yang diharapkan pemilih kita,” ujarnya.

Kemengan Anies Umat Islam Bersatu

Sementara itu Cendekiawan Muslim Didin Hafidhuddin mengungkapkan rasa syukurnya pemilihan kepala daerah DKI Jakarta berlangsung dengan aman, damai dan tertib.

“Alhamdulillah Pilkada DKI yang telah berlangsung hari ini Rabu (19/4) telah berjalan relatif aman damai dan tertib. Partisipasi masyarakat cukup tinggi untuk ikut pilkada. Dan terlebih lagi mayoritas masyarakat DKI memilih Anies dan Sandi yang sudah dinyatakan menang dalam perhitungan quick count,” jelas dia kepada Republika.co.id, Rabu (19/4/2017).

Didin menilai masyarakat sudah lebih cerdas dalam memilih pemimpin baru. Dia menilai pemimpin baru relatif lebih komunikatif dan lebih humanis. “Ini juga berkat kekompakan para habib, kiai, tokoh masyarakat dan umat Muslim,” jelas dia.

Didin berharap gubernur dan wakil gubernur terpilih dapat menyelesaikan masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik. Dia juga berharap kesenjangan antara orang kaya dengan orang miskin dapat dikurangi. “Semoga Pak Anis dan Sandi bisa memimpin lebih humanis dan lebih agamis,” jelas dia.(rol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *