Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose menghadiri akselarasi War On Drugs menuju Indonesia bersinar, serta launching perkebunan dan desa wisata tematik bersinar bersama BNN Provinsi Sumsel.
Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh para kepala daerah baik Bupati, Walikota yang ada di provinsi Sumsel, para kepala dinas yang ada dijajaran pemprov Sumsel, dan undangan lainnya. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di Griya Agung Palembang, Kamis (2/3/2023).
Gubernur Sumsel H Herman Deru didalam sambutannya mengatakan, alhamdulillah hari ini mengawali kegiatan kita, dimana kita mengajak semua lapisan masyarakat untuk selalu sadar akan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dan pada hari ini kita launching perkebunan bersinar dan desa wisata tematik bersinar bersama BNN Provinsi Sumsel.
“Ini adalah tugas yang mulia sekali yang digagas oleh BNN khususnya BNN Provinsi Sumsel mengingatkan kita para pemangku kebijakan di Sumsel ini,” ujarnya.
Kemudian, untuk terus waspada akan bahaya penyalahgunaan narkoba khususnya dikalangan pemuda-pemuda kita yang akan kita persiapkan untuk menyongsong bonus demografi pada 3 dekade kedepan. Persiapan ini tentu tidak bisa kita hanya berbuat secara parsial, tetapi juga kita harus laksanakan secara komprehensif.
“Tidak ada satu pun diantara kita yang tidak bertanggung jawab, artinya kita semua harus bertanggung jawab setiap langkah didalam pemberantasan narkoba ini,” ungkapnya.
Menurut Kepala BNN RI Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, salam sehat dan bahagia tanpa narkoba, dimana sebagai umat yang percaya dan selalu bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, saya sebagai kepala BNN RI amat sangat berterima kasih dalam acara launching perkebunan bersinar dan desa wisata tematik bersinar. Pemilihan acara ini amat sangat tepat, kalau kita lihat pertama kita lihat data didunia dahulu, didunia ini orang yang terlibat penggunaan narkoba itu ada sekitar 275 juta orang.
“Berarti kalau taruh satu negara, kalau dipindahkan pengguna narkotik itu di taruh satu negara, ya jadi satu negara Indonesia. Masuk ke RI ada lebih dari 3,66 juta pengguna narkotik, jadi kalau ditaruh di satu kota Palembang, tertutup satu kota Palembang,” katanya.
Dilanjutkannya, kita turun lagi ke provinsi Sumsel, di Sumsel ini termasuk dalam 5 besar di Indonesia. Dimana ada 714 kawasan rawan narkoba, atau mungkin juga saya berfikir ini sekedar teori aja, karena ekonomi dibawah pimpinan Gubernur Sumsel H Herman Deru ini naik. Jadi juga seiiring itu terjadi penyalahgunaan narkotika, mudah-mudahan teori ini tidak benar, karena tidak bagus untuk diterapkan. Namun yang paling pokok, kenapa tema ini berkaitan dengan perkebunan bersinar, dibeberapa tempat terutama yang lagi bagus yakni Kelapa Sawit.
“Ada istilahnya STS, apa itu STS, adalah Sawit Tukar Sabu. Jadi orang-orang kalangan menengah kebawah, mereka menjual sawit atau mencuri sawit kemudian ditukar dengan sabu,” imbuhnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perkebunan provinsi Sumsel Agus Darwa, dimana kami menyambut baik dengan adanya kegiatan ini yang digelar oleh BNN Provinsi Sumsel. Dimana tadi ada kalimat yang disampaikan bahwa ada yang namanya STS, Sawit Tukar Sabu, dimana itu disinyalir bahwa tadinya, indikasinya tadinya di pekerja-pekerja tingkat pekerja buruh di perkebunan-perkebunan sawit di provinsi Sumsel ini ada yang terindikasi itu intinya.
“Setelah kita cek and ricek dengan secara acak dengan BNN Provinsi Sumsel ternyata hasilnya tidak seperti itu, tidak seperti apa yang didengung-dengungkan itu,” bebernya.
Ditambahkannya, tapi tetap kita bekerjasama dengan BNN Provinsi Sumsel dan Kepolisian Daerah dengan melakukan pengawasan dan tindakan-tindakan yang preventif. Dimana salah satunya dengan melakukan sosialisasi-sosialiasi ke perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada di provinsi Sumsel. Sehingga yang tadinya disinyalir, sekarang ini benar-benar mereka bersih, bersih dari narkoba perkebunan itu.
“Kalau masalah dengan adanya ketemuan beberapa waktu yang lalu, sampai saat ini yang jelas ditangani oleh pihak berwajib, mungkin dari pihak Kepolisian dan BNN Provinsi Sumsel,” jelasnya.(ton)





