Palembang,newshanter.com – Pemkot Palembang waspadai inflasi di bulan Agustus, upayakan terus menggeliat sektor suplai pangan dengan mendorong para pelaku usaha ikut merambah di sistem pasar digital. Guna menjaga ketersediaan pangan tetap memadai.
Menyikapi itu, Walikota Palembang Harnojoyo usai laksanakan rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama presiden RI Joko Widodo melalui vidcon dari rumah dinas walikota Palembang, Rabu (24/08/2021).
Pemkot Palembang di sarankan oleh pemerintah pusat untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara peningkatan peran UMKM pangan melalui optimalisasi digital.
Pada saat ini infalsi kita ini terjaga baik di nasional maupun daerah, untuk tahun 2020 Alhamdulillah kita inflasi 1.43 persen di bawah provinsi dan juga nasional.
Sementara itu, kata Harnojoyo bila di hitung secara bulanan dari data BPS kota Palembang tengah alami Deflasi 0.06 persen, ini terjadi akibat pandemi terkhusus selama PPKM level empat. Yang membuat kegiatan sosial terpaksa di berhentikan sementara waktu.
“Yang kita khawatir ketika daya beli masyarakat melonjak sektor pertanian atau penyuplai masih terbawak situasi deflasi seperti saat ini”, ujarnya.
Oleh sebab itu, selain peran UMKM dalam pasar digital Pemkot Palembang juga memberikan bantuan perkreditan modal usaha sebagai bentuk keberpihakan terhadap sektor pangan.
” Kita sekarang juga ada pasar online mendorong pertumbuhan ekonomi agar dapat menjaga daya beli masyarakat di masa pandemi juga menghindari terjadinya kerumunan”. ungkapnya.
Terlepas itu, kota Palembang masuk peringkat kedua sebagai daerah pengendalian inflasi terbaik di wilayah Sumatera yang di berikan oleh kementerian dalam negeri RI.
“Kota Palembang menurut Kemendagri, nomor dua di wilayah Sumatera terkait dengan penhemdalian inflasi terbaik”,tutup Harnojoyo. (derla)





