Pelaku Penembak Bripka Afrizal Masih Buron. Almarhum Hobby Memelihara Ikan dan Koleksi Bonsai

foto kompas.com

KAYUAGUNG -Newshanter.com. Kapolres OKI AKBP Donni Eka Saputra, S.Ik., SH.MH kepada menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap para tersangka pelaku penembakan terhadap Bripka Afrizal.

Tim sekarang sedang berada dilapangan.”Kasus ini akan terungkap. Pelaku akan kita tangkap dalam keadaan apapun,” tegas AKBP Donni Eka Saputra, di rumah duka Senin (3/6/2019).

Kapolres menegaskan, untuk almarhum Bripka Afrizal hak-haknya akan diberikan. Yang bersangkutan gugur dalam tugas.

Hak yang dimaksud mulai dari hak gaji dan sebagainya sesuai aturan yang ada dan berlaku.

Untuk keluarga, yakni Istri dan anak-anak almarhum akan mendapat perhatian dari kepolisian.

Bahkan dari Yayasan Bhayangkari untuk anaknya, akan dapat perhatian secara kontinue. Seperti biaya untuk pendidikan.

“Ada biasiswa untuk anak-anaknya. Akan ada perhatian secara kontinue dari polres untuk melihat kondisi anak-anaknya,” kata AKBP Donni.

Kapolres menegaskan, tadi harapan dari keluarga, yang disampikan melalui kakeknya berharap agar anak almarhum bisa jadi anggota polisi mengikiti jejak seperti ayahnya. Hal ini akan disikapaikan dan akan dipantau.

“Tadi disampaikan kakeknya. Kakeknya bilang kalau bisa anaknya jadi anggota polisi. Ini kita pantau terus dan memenuhi syarat, kita akan minta polda membuat surat pada saat anak tersebut sudah cukup umur,” katanya.

Sementara itu Rasa duka mendalam masih dirasakan keluarga besar almarhum Bripka Afrizal.Istri Almarhum yakni Mutiah atau biasa disapa Tia terlihat masih sedih. Tidak banyak kata yang terucap.

Terutama bagi istri almarhum Bripka Afrizal. Suasana rumah duka Bripka Afrizal SH, di Jua-jua Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih terlihat ramai didatangi sanak keluarga dan tetangga yang datang,Terlihat di rumah duka.

Juga terlihat Istri Kapolda Sumsel Ny Milawati Zulkarnain didampingi kapolres istrinya Ny Esi Donni Eka Syaputra .

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Saputra, S.Ik., SH.,MM dan istrinya Ny Esi Donni Eka Syaputra, juga terlihat ada di rumah duka. Juga ada Istri Kapolda Sumsel Ny Milawati Zulkarnain.Senin (3/6/2019).

Almarhum meninggalkan istri dan dua putranya yang masih kecil. Memakai busana muslimah warna putih dipadu jilbab warna coklat kekuningan istri almarhum terlihat memeluk foto suaminya dan anaknya yang masih kecil. Ia tampak menundukan kepala.

Pantauan di lapangan juga terlihat beberapa karangan bunga ucapan duka masih terlihat berbaris rapi. Di bawah tenda berwarna biru putih beberapa sanak keluarga dan tetangga masih terlihat duduk dibawahnya.

Tribun bekesempatan berbincang dengn Taufik yang merupakan adik kandung almarhum Bripka Afdizal yang gugur dalam tugas sebagai anggota polisi.

Taufik menceritakan mereka 4 (empat) bersaudara. Ia merupakan anak ke 3 (tiga), urutan di bawah almarhum.

Ia mengaku kehilangan sosok sang kakak. Tidak ada pirasat sebelumnya. Saat itu ia ada dijalan untuk lebaran di Bangka kampung halaman istrinya.

Belum sampai tujuan ia mendapat kabar jika saudara laki-lakinya meninggal.
“Dapat kabar itu saya langsung pulang. Saya tidak sempat ikut memakamkan kakak saya,” ceritanya.

Ia menceritakan, memang beberapa bulan terakhir almarhum terlihat pendiam. Hobinya juga berganti-ganti. Kadang hobi melihara ikan dan terakhir hobi mengkoleksi bongsai.

“Tidak ada pirasat dan juga tidak ada pesan terakhir. Terakhir almarhum memiliki hobi mengkoleksi bongsai Bahkan sempat mau tebang pohon saya untuk dibuat bongsai. Tapi belum jadi ditebang,” katanya.

Masa kecil kakaknya kata Taufik biasa saja. Orangnya tegas tidak banyak bicara. Ia selalu serius. Beliau baik dengan keluarga dan tetangga bahkan rama dalam bergaul dan bertegur sapa, meski terbilang pendiam.

“Kakak saya menjadi anggota polisi sejak tahun 2005. Dalam melaksanakan tugas, kakak saya pulang ke rumah dua minggu sekali untuk berkumpul dengan keluarga. Kadang-kadang satu minggu sekali. Terakhir beberapa waktu lalu saya telepon, tanya kapan pulang, dijawabnya belum tahu karena masih ada kerjaam dan tanggung jawab melaksanakan tugas,” ceritanya.

Pesan terakhir dan harapan almarhum sebelum meninggal kepada keluarga sepertinya tidak ada. Tidak pernah terucap. Namun yang saya ketahui, kakak saya berusaha untuk meningkatkan karirnya untuk menjadi perwira polisi.

“Tahun kemarin 2018 pernah ikut/sekolah SIP untuk menjadi perwira, lulus tapi tidak rangking. Tahun ini rencanya mau ikut lagi,” katanya.

Pihak keluarga kata Taufik mengharapkan, agar pelaku ditangkap dan diberikan hukuman seberat-beratnya. Jangan sampai hal seperti ini terulang.

“Kami juga berharap agar ada perhatian untuk anak-anak almarhum. Anak almarhum inikan ada dua, semuanya laki-laki. Kami harap anaknya bisa menjadi seorang anggota polisi seperti orang tuanya,” harap Taufik.(TS)

foto kompas.com

 

Pos terkait