Pasal Main Bola Dua Desa Nyaris Baku Hantam

Kayuagung,Newshanter.com– Dua desa di Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) nyaris baku hantam. Lantaran, dipicu oleh pertandingan bola kaki dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-70 RI, Rabu (26/8/2015).

Pemain sepakbola terdiri dari pemuda, Desa Mangun Jaya dengan Desa Batu Ampar Baru merebutkan juara kecamatan, Selasa (25/8/2015) sore. Belum berakhir permainan, gonjang ganjing di lapangan hijau sudah mulai memanas, dikarenakan penjaga gawang dari Mangun Jaya mengalami cedra dibagian wajah akibat sundulan dari pemain Batu Ampar Baru hingga menjebolkan gawang lawan.

Namun, gol itu dianggap wasid tidak sah karena pelanggaran. Penjaga gawang tadi, akhirnya keluar lapangan karena mengalami cedra cukup serius. Dari peristiwa ini, supporter dari Mangun Jaya memanas sehingga permainan tertunda dan berakhir ricuh hingga bangku hantam antara pemain dan juga keterlibatan wasit diikuti penonton.

Lebih lagi, pemain dari Batu Ampar Baru yang mengenakan costum merah hitam itu, ketika beranjak pulang dengan menaiki mobil pick up dan sepeda motor dicegat di perjalanan atas jembatan. Sehingga, pemain ada yang cedra dipukul. Pencegatan pemain yang dilakukan pemuda Mangun Jaya dan Desa berdekatan Ulak Jermun SP Padang diikuti para ibu-ibu sehingga tak bisa dihindari lagi.

Warga Desa Batu Ampar Baru yang mendapat informasi bahwa ada pemain asal desanya di hadang dan dipukul itu, lalu berduyun-duyun mendatangi lokasi. Ada yang bersiaga di desa untuk menunggu informasi hingga kedatangan pemain bola dan warga dari peristiwa tersebut.

“Ya inikan permainan, kalau tidak siap kalah jangan diikutkan dalam permainan,” kata Kandar warga Batu Ampar.
Masih kata Kandar, kalau saja ada warganya yang mengalami cedra serius, panitia pelaksana harus bertanggungjawab hal ini. Begitu juga pihak kepolisian harus siaga sebelum ada kejadian.Semalam warga Desa Batu Ampar tetap bersiaga dihalaman rumah masing-masing mengantisipasi adanya bentrok susulan yang terjadi. “Semalam warga berjaga-jaga hingga larut malam,” ujarnya.

Menurut keterangan Kepala Desa Mangun Jaya, Yus Sudarsani perkelahian tersebut dipicu oleh wasit yang melakukan pukulan terhadap pemain dari Desa Batu Ampar Baru disela pertandingan yang sedang berlangsung, sontak hal ini menjadi pemicu terjadinya kericuhan, antara para pemain dan wasit, tak sampai disitu saja, para pemain dari klub lawannya juga ikut terlibat kericuhan, entah siapa yang memulai sehingga supporter dari kedua kesebelasan juga ikut kedalam lapangan.
“Banyak pemuda yang berlari kearah rumah saya, awalnya saya tidak mengetahui ada apa, namun ternyata mereka adalah sebagain pemain bola dari Desa Batu Ampar yang berusaha menyelamatkan diri,” katanya pada wartawan.

sebagai Kepala Desa, Yus Sudarsih kemudian langsung mengambil sikap dan mengamankan warga yang menyelamatkan diri kerumahnya, terlebih lagi pihaknya sebagai penyelenggara pertandingan sepak bola, namun karena situasi yang cukup panas, kades memutuskan untuk menghubungi pihak kepolisian dari Polsek SP Padang.

“Saya langsung menemui massa diluar, namun saya tidak bisa menahan dan memperingatkan puluhan orang tersebut karena massa tersebut bukan warga saya melainkan warga Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang,selanjutnya saya menelpon Polsek SP Padang,” ungkapnya.

Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain SIk melalui Kapolsek SP Padang AKP M Sabur SAg melalui Kanit Reskrim,Ipda Zulkarnain ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan, adanya bangku hantam. Namun kejadian tersebut tidak sampai meluas dan dapat diantisipasi, kendatipun belum ada keputusan dari kedua belah pihak.”Setelah kejadian kita berusaha mempertemukan kedua pihak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, tetapi salah satu pihak belum bisa menemui Kepala Desa Batu Ampar Baru Ruspan, entah apa alasannya. Sehingga permasalahan ini belum ada keputusan,” katanya.

Pihaknya juga belum mengetahui secara detail kronologis kejadian sebenarnya, terlebih lagi pihaknya belum mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak, namun demikian kondisi warga paska insiden tersebutsudah kondusif.“Tentu permasalahan ini akan kita arahkan untuk melakukan perdamaian agar tidak terjadi keributan yang berlanjut,” jelasnya. (lim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *