Musda KNPI Pelalawan Berujung bentrok, Diskor Batas Waktu Tidak Ditentukan

Musda KNPI Pelalawan Berujung bentrok, Diskor Batas Waktu Tidak Ditentukan
Susana Musda/ Foto RTC

PANGKALANKERINCI- Newshanter.com,- Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Pelalawan akhirnya diskor, hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal tersebut, menyusul terjadinya, perdebatan antara peserta terkait keabsahan OKP yang hadir hingga berujung bentrok.

Musda KNPI ini, diselengrakan di hotel Ryan Pangkalan Kerinci sejak tanggal 16 November 2015. Feri Siregar ketua Carateker KNPI Pelalawan merangkap pimpinan sidang yang sedikit tidak tegas mengambil kesimpulan, Musda KNPI ini diskor hingga batas yang ditentukan.

“Iya ini, putusan bersama, bahwasananya, Musda kita skor hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pilihan ini, adalah untuk menghindari potensi bentrok antar para peserta,” terang Ferri Siregar yang dihubungi riauterkini.com, melalui telepon genggamnya, Rabu (18/11/15).

Dikatakanya, pada Musda ini, setidaknya ada lima kali pelaksanaan sidang diskor. Penyebabnya, adalah ada 11 OKP memiliki SK ganda. “Inilah, yang menjadi perdebatan antara peserta, masing-masing kubu bersikukuh dengan SK yang mereka kantongi,” jelasnya seperti dilansir Riauterkini.com

Perdebatan itu, sebut Ferri dimulai dari dalam ruangan sidang hingga. Dalam ruangan suasana sidang kacau balau. Para peserta, melampiaskan kekesalan mereka dengan memukul meja dan kursi.

“Bahkan, terjadi juga diruang sidang, bentrok fisik antara peserta. Iya, kita ambil aja kesepakatan Musda ini, ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” ulasnya menegaskan.

Ketika ditanya, batas waktu yang dimaksud, Ferri menyebutkan bisa saja besok ataupun beberapa bulan kedepan. “Iya, kita tidak bisa memastikan kapan, pelaksanaannya lagi, tergantung pertemuan-pertemuan selanjutnya, untuk mendudukan kapan dilaksakan,” tukas dia.

Menurutnya, pada Musda ini muncul dua nama sebagai balon ketua. Keduanya, adalah Indra Kampe yang merupakan wakil ketua DPRD Pelalawan dan Adi Sukemi mantan anggota DPR-RI. “Namun demikian keduanya, belum terhitung calon,” tandasnya.Ditempat terpisah, salah satu OKP Wira Karya Indonesia mengaku kecewa terhadap pelaksanaan Musda yang berakhir dengan cara di Skor.

“Saya selaku pesera musda KNPI Pelalawan sangat kecewa sekali, dengan pelaksanaan Musda yang dipending. Patut kita pertanyakan, kepada petinggi-petinggi KNPI Riau, ada apa sebetulnya, ini. Kok bisa seperti ini,” terang Ahmad Yanis selaku ketua OKP.

Dikatakannya, hampir disetiap Musda seluruh kabupaten di Riau mengalami nasib seperti ini. “Saya menilai, pengurus KNPI Riau tidak fair dan ikut campur tangan pada Musda Pelalawan,” tandasnya.(Riauterkini)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *