Meski TMMD Usai, Serma Kowad Iska Masih Ngajar Jarimatika di Petahunan

BANYUMAS – Meski pelaksanaan TMMD Reguler ke-108 Kodim 0701/ Banyumas Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Serma Kowad Iska, Babinsa Pasiraman Kidul, Koramil 15 Pekuncen, Kodim 0701 Banyumas, masih ngajar Jarimatika kepada anak-anak di desa setempat.

Menjadi guru bantu di lokasi TMMD Reguler 108 Banyumas, adalah salah satu tugasnya pada saat TMMD Reguler masih berlangsung, 30 Juni-29 Juli 2020 lalu.

Namun saat ini, keasyikan berada di tengah-tengah anak-anak Petahunan, menjadi maniak baginya. ”Ibu-ibu dan anak-anak Desa Petahunan sudah seperti keluarga saya. Terkadang anak-anak dan ibu-ibu mengirim pesan whatsapp ke saya, menanyakan keberadaan saya kenapa tidak mengajar,” ungkap Serma Kowad Iska. 30/7/2020.

Diketahui, Jarimatika (singkatan dari Jari dan Matematika) adalah cara berhitung matematika untuk anak-anak dengan menggunakan jari tangan yang dikembangkan oleh Septi Peni Wulandani.

Metode ini dikembangkan pada tahun 2000 sampai 2003 dan kemudian mulai dipublikasi pertama kali pada tahun 2003 dalam buku Jarimatika, Penambahan dan Pengurangan. Logika penghitungan jarimatika mirip dengan logika penggunaan sempoa. (Ags)

BANYUMAS – Meski pelaksanaan TMMD Reguler ke-108 Kodim 0701/ Banyumas Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Serma Kowad Iska, Babinsa Pasiraman Kidul, Koramil 15 Pekuncen, Kodim 0701 Banyumas, masih ngajar Jarimatika kepada anak-anak di desa setempat.

Menjadi guru bantu di lokasi TMMD Reguler 108 Banyumas, adalah salah satu tugasnya pada saat TMMD Reguler masih berlangsung, 30 Juni-29 Juli 2020 lalu.

Namun saat ini, keasyikan berada di tengah-tengah anak-anak Petahunan, menjadi maniak baginya. ”Ibu-ibu dan anak-anak Desa Petahunan sudah seperti keluarga saya. Terkadang anak-anak dan ibu-ibu mengirim pesan whatsapp ke saya, menanyakan keberadaan saya kenapa tidak mengajar,” ungkap Serma Kowad Iska. 30/7/2020.

Diketahui, Jarimatika (singkatan dari Jari dan Matematika) adalah cara berhitung matematika untuk anak-anak dengan menggunakan jari tangan yang dikembangkan oleh Septi Peni Wulandani.

Metode ini dikembangkan pada tahun 2000 sampai 2003 dan kemudian mulai dipublikasi pertama kali pada tahun 2003 dalam buku Jarimatika, Penambahan dan Pengurangan. Logika penghitungan jarimatika mirip dengan logika penggunaan sempoa. (Ags)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *