Menteri ESDM Bantah dirinya warga Amerika, Saya Asli Orang Padang

Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan keterangan kepada media/ foto net

JAKARTA -NEWS HANTER.COM Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar menegaskan hingga saat ini dirinya adalah warga negara Indonesia (WNI), bukan warga negara Amerika. Penegasan ini diharapkan dapat menetralisir rumor yang berkembang saat ini terkait kewarganegaraan Menteri ESDM.

“Saya tuh orang Padang Asli, istri saya juga orang Padang asli, lahir dan besar di Padang Cuma pas kuliah S2 dan S3 saya kuliah di Amerika,” ujar Arcandra usai peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia di Kementerian ESDM, hari ini Minggu (14/8/2016)  seperti dilansir kompas.com.

Candra bercerita ia ke Amerika pada 1996. Kendati demikian Candra ampai masih memegang passport Indonesia. Passport Indonesia saya masih valid”, lanjut Arcandra.

Sambil berseloroh Arcandra mengatakan,” lihat tampang saya kan, Bahasa Indonesia saya masih “medok” Padang. Saya masih warga negara Indonesia dan silahkan cek passport saya”.

Presiden Joko Widodo melantik Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM pada hari Rabu 27 Juli 2016 menggantikan Sudirman Said. Arcandra Tahar, seorang profesional di bidang energi dan sumber daya mineral. Lulusan Institut Teknologi Bandung ini menghabiskan 20 tahun masa studi dan karirnya di Amerika Serikat, menimba ilmu di berbagai perusahaan minyak dan gas bumi negeri Paman Sam
Lulusan Institut Teknologi Bandung

Dr. Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D. lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 10 Oktober 1970.

Dia dibesarkan di Padang hingga jenjang sekolah menengah. Setelah itu, Arcandra merantau ke Bandung untuk melanjutkan studinya di jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1989. Arcandra lulus dari ITB pada 1994, setelah lima tahun menimba ilmu di sana.

Tinggal di Amerika Serikat sejak 1996

Dua tahun setelah lulus kuliah, Arcandra mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di bidang offshore di Texas A&M University, jurusan Ocean Engineering pada tahun 1996 lalu.

Setelah mendapatkan gelar masternya, Arcandra kemudian melanjutkan ke program doktoral di kampus dan jurusan yang sama. Ia pun lulus dengan gelar Ph.D. pada tahun 2001.

Pengalaman 14 tahun di bidang offshore

Arcandra memiliki pengalaman selama 14 tahun sebagai praktisi di bidang hidrodinamik dan offshore.

Sebelum ditunjuk sebagai Menteri ESDM, Arcandra merupakan Presiden Direktur Petroneering yang berbasis di Houston, Texas. Petroneering merupakan perusahaan teknologi dan engineering yang fokus pada desain dan pengembangan kilang lepas pantai.

Ia juga pernah bekerja di beberapa perusahaan dunia, seperti Spar, TLP, Compliant Tower, Buoyant Tower, dan Multi Colum Floater.

Pengamat perkembangan migas Indonesia

Meskipun telah tinggal di Amerika Serikat selama 20 tahun, tak membuat ayah dari 2 orang anak ini lupa akan negaranya.Bersama dengan Darmawon Prasodjo, Ph.D., serta Erwinsyah Putra, Ph.D., Arcandra sempat menyumbangkan sebuah tulisan tentang pendekatan game theory untuk membangkitkan kembali industri migas di Indonesia.

“Indonesia perlu membangun sebuah sistem fiskal berorientasi hasil yang dapat mempersingkat jalur birokrasi, memberikan penghargaan, mengurangi inefisiensi, serta menarik bagi para investor,” demikian tertulis dalam artikel yang dipublikasikan oleh The Jakarta Post pada 2011 silam.

Sosok kutu buku yang berprestasi sejak kecil

Berdasarkan laporan metrotvnews.com yang menyambangi kampung Arcandra di Padang, pihak keluarga mengaku bahwa Menteri ESDM ini merupakan sosok pendiam yang gemar membaca buku sejak kecil.“Kebiasaannya setelah pulang sekolah selalu membaca buku, dan buku tidak pernah lepas dari tangannya,” ujar kakak Arcandra, Janimar.Janimar menambahkan Arcandra adalah juara umum di sekolah sejak mengenyam pendidikan di SD Angkasa, SMP Negeri 13 Padang, hingga SMA Negeri 2 Padang. —(BB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *