Bukittinggi, newshanter.com – Sumatera Barat, Pada tahun 2022 masuk dalam salah satu GerNas BBI dari 12 Provinsi.
Hal demikian disampaikan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pada acara Launching di pelataran jam Gadang Bukittinggi, Selasa (12/4/2022).
Dalam sambutannya, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, pada tahun 2021 lalu, GerNas BBI telah dilaunching di 12 provinsi dan pada tahun 2022 ini, GerNas BBI juga akan diterapkan pada 12 provinsi di Indonesia, termasuk Sumatra Barat.
“Disini OJK punya peran penting dalam mengawal UMKM, khususnya dari segi pembiayaan dan permodalan. Kiranya OJK dapat mengawal program kredit bagi UMKM yaitu l digital kredit UMK sebagai program pembiayaan berbasis digital yang cepat aman dan pastikan agar target serapan kredit bagi UMKM sebesar 30% pada tahun 2024 dapat direalisasikan, “ungkap Luhut B.Pandjaitan.
“Tujuannya adalah untuk memberantas rentenir, dan juga seperti pinjaman online ilegal ini bertujuan memberikan edukasi serta perlindungan terhadap masyarakat untuk mendapatkan pinjaman yang lebih aman,” imbuh Luhut.
Luhut juga dorong semua potensi yang bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat, dan kepala daerah menjadi ROJALI, rombongan jadi belanja dan beli di pameran BBI di Bukittinggi, ajaknya.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, saat ini Sumatra Barat menempati peringkat ke-9 daya saing digital provinsi di Indonesia, naik 3 peringkat dari tahun lalu dan menjadi provinsi terbaik kedua di pulau Sumatera yang memperluas jaringan internet hingga ke pedesaan serta mendorong UMKM di seluruh Sumbar. dengan semboyan “barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, jika semboyan ini tetap terjaga maka Indonesia bersama seluruh masyarakatnya akan kembali menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia Tenggara bahkan dunia dengan UMKM ekonomi pulih Sumbar khususnya bisa Maju Basamo,” pungkas Mayeldi
Sementara itu Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengapresiasi diluncurkannya GerNas BBI Sumatra Barat di Bukittinggi. Hal ini akan menjadi angin segar bagi perekonomian Sumatra Barat, khususnya Bukittinggi, yang masyarakatnya memang didominasi oleh para pelaku UMKM.
“Bukittinggi sendiri juga berupaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat pelaku UMKM dengan peluncuran Tabungan Utsman, bekerjasama dengan DPRD dan BPR Syariah Jam Gadang. Dimana, program ini mengedepankan prinsip ekonomi syariah, program murabahah tanpa biaya tanpa agunan. Margin yang ditimbulkan akan dibayarkan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Kota Bukittinggi sebagai permodalan,” jelas erman safar. (A/M)





