Masyarakat Sungai Sodong Bantah Terlibat Tembaki Pekerja PT. SWA

OKI, newshanter.com – Beredar video yang berdurasi 2 menit 53 detik yang menyampaikan orasi bahwa membantah masyarakat Desa Sungai Sodong Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera Selatan terlibat melakukan penembakan kepada karyawan PT. SWA yang sedang bekerja. Hal itu disampaikan pada minggu 26/5/2024 malam.

Pernyataan orasi itu disampaikan setelah adanya pemberitaan oleh media yang dinyatakan oleh salah satu manajer perkebunan PT. SWA.

Seperti yang dikutip dari salah satu media online yang beredar (Mabespresisi.com).

William Herland Manik, Manajer Perkebunan PT SWA, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Pukul 21.00 kami mulai replanting, semuanya lancar. Tapi sekitar pukul 22.30, ada mobil double cabin lewat dengan lampu mati. Tak lama, mobil itu kembali dengan lima mobil lain,” ujarnya.

Merasa menjalankan tugas yang diamanahkan negara, William dan timnya tetap melanjutkan pekerjaan. Namun, keyakinan mereka diuji ketika rombongan mobil tersebut mendekat. Mereka langsung menembaki kami saat turun dari mobil. Dari suaranya, sepertinya semua senjata mereka laras panjang,” ungkap William dengan nada getir.

Kedua orang yang mewakili masyarakat Sungai Sodong mengatakan menyangkut adanya peristiwa tembak-tembakan pada pada minggu malam hal itu hoax, Selasa (28/5/2024).

“Rasa hormat kepada Kapolres OKI dan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel). Saya mewakili masyarakat Sungai Sodong untuk menyampaikan kata-kata baik atau tidaknya. Harapan masyarakat terhadap perusahaan, kalau sekali ini masyarakat tidak bertindak, namun jangan terulang lagi,” ungkap masyarakat.

Lanjut masyarakat, masyarakat sudah cukup kesabaran, karena mereka merasa tidak bersalah dan pribumi.

“Kami sudah berurusan berulang-ulang kali dan sudah menyampaikan kepada 2 orang presiden yakni mulai dari SBY dan Jokowi. Jadi kami masyarakat cukup menyadari, berfikir jangan terlalu ceroboh PT itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Hendrawan Susanto melalui Kapolsek Mesuji, AKP Bambang Wiyono turut tidak membenarkan adanya penembakkan pekerja kebun PT SWA tersebut.

“Dari beberapa informasi yang saya dapatkan yakni dari masyarakat dan juga anggota yang terjun ke TKP duluan, penembakan tersebut tidak ada,” tuturnya, Senin, 27 Mei 2024 via seluler.

Masih kata AKP Bambang, pohon sawit yang dirobohkan adalah tanaman di lahan-lahan yang masih sengketa. Dimana masyarakat mengetahui perobohan itu sudah pukul 23.00 WIB.

“Kenapa harus malam-malam, kalau memang yang dikerjakan perusahaan itu benar-benar lahan mereka, siangkan bisa. Itu ternyata lahan-lahan yang masih dalam sengketa,” imbuhnya.

Terlepas dari itu semua, pihaknya turut menyayangkan adanya pemberitaan yang sudah beredar luas, lantaran bisa memperkeruh suasana di lapangan.

“Kemudian, kalau ada apa-apa harusnya juga langsung lapor ke polisi supaya dikawal atau didampingi,” jelas AKP Bambang.(Salim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *