Palembang, newshanter.com – Terlihat ada yang sedikit berbeda dari perayaan Hari Raya Idiil Fitri sebelum-sebelumnya di rumah dinas Rektor Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang Prof Dr Ir H Anis Saggaff, MSCE.,IPU.,ASEAN.Eng, bagaimana tidak pada perayaan Hari Raya Idiil Fitri 1 Syawal 1444 Hijriyah/2023 kali ini terlihat komunitas sekaligus mahasiswa dan mahasiswi dari Papua yang kuliah di Unsri hari ini melaksanakan silaturahmi (Sanjo) ke kediaman rumah dinas Rektor Unsri,
Dikatakan Rektor UNSRI Prof Dr Ir H Anis Saggaff, dimana anak-anak Papua ini sudah 2 tahun kita adakan mereka itu disuruh berbuka puasa bersama, kita kirimkan makanan, dan kemarin kita juga membagikan kepada mereka itu yang namanya “Peduli Terhadap Anak-Anak Papua”.
Karena kita akan lebaran dan mereka tidak pulang, semuanya kita kasih walaupun non muslim, semuanya sama, karena mereka hidupnya bersama-sama.
“Dimana mereka happy, jumlahnya lebih kurang ada 60 mahasiswa/i, mereka tidak pulang, ada 1 atau 2 yang pulang karena sudah berakhir, dan tinggal wisuda saja jadi mereka pulang,” ujarnya.
Kemudian, dimana hari ini memang mereka ingin Sanjo ke rumah saya (rektor) kami belum pernah, hari ini terealisasi dan kelihatan sekali dari wajah mereka itu bahwa memang mereka merasa sangat happy.
Kita kebangsaan yang selama ini sering terlupakan antara Barat dan Timur, kita selalu Barat, paling-paling memperhatikan sampai tengah saja.
“Bahwa negara Indonesia ini sampai ke Timur, dan kebersamaannya luar biasa, semuanya merasakan, yang hadir tadi tidak hanya muslim, atau muslimah, tetapi banyak juga yang dari agama lain,’ ungkapnya.
Dilanjutkannya, jadi kita ngambil kebersamaannya itulah Idiil Fitri, dimana Idiil Fitri itu kan disamping kita kembali ke Fitrah, kita juga memberikan Barokah kepada semua umat manusia.
Jadi kalau kita selama ini Idiil Fitri itu hanya untuk orang kita itu perlu di update, semuanya tetangga kita misalnya ada yang kebetulan beliau berbeda agama lain, ya di undang lah mereka untuk makan-makan.
“Itulah gunanya salah satu cara kita kebersamaan, dengan demikian insya Allah kebangsaan kita akan terajut dengan erat,” katanya.
Masih dilanjutkannya, insya Allah dimana kita juga nanti serta tadi sudah berbicara dengan beberapa Wakil Rektor UNSRI kita ingin bersama anak-anak Papua ini kita nanti akan adakan mungkin 2 bulan sekali untuk silaturahim.
Kenapa demikian, saya lihat sentuhan sejak 2 tahun terakhir ini ada dampak terhadap IPK mereka. Kalau yang lama-lama itu kita kan memang mendidik mereka, tapi kita selalu meletakkan mereka itu di ambang batas.
“Jadi mereka tamat IPK 2,0 atau 2,1, tapi setalah kita ada sentuhan kepada mereka ini, perhatian yang luar biasa, sehingga sekarang IPK nya banyak yang 3 ke atas, bahkan ada yang lewat 3,6 suda ,” imbuhnya.
Masih disampaikannya, dimana saya juga janji kepada mereka bagi mereka yang hukum laut, maka kita akan carikan beasiswa untuk mereka yang ingin Sarjana Strata Dua (S2) di UNSRI. Ini salah satu cara bagaimana perhatian pimpinan perguruan tinggi itu yang paling penting, peserta dan seluruh jajaran.
Baik Dekan Fakultas, Dosen-dosennya, Koordinator program studi, dan jurusan itu memperhatikan mereka-mereka ini dari segi akademik, basic mereka ini kalau otaknya sama seperti kita.
“Begitu kita ajak mereka, ajarkan internet, ajarkan belajar ini, mereka leading, mereka bisa berkompetisi dengan semua dari Jawa ataupun Sumatera,” bebernya.(ton)





