Aceh Tamiang, newshanter.com – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas respon cepat terhadap aspirasi masyarakat Bumi Muda Sedia. Hanya berselang empat hari setelah surat resmi dikirimkan, Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, langsung turun ke lapangan untuk meninjau titik kritis infrastruktur dan lingkungan di Aceh Tamiang, Selasa (12/05/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, rombongan Wakil Gubernur disambut oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., didampingi Plt. Sekretaris Daerah Syuibun Anwar, Plt. Kadis PUPR Dedy Nurfadli, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Bupati Armia Pahmi dalam keterangannya mengatakan, kunjungan Wagub merupakan tindak lanjut nyata dari Surat Bupati Aceh Tamiang Nomor 100/1797 yang dikirimkan pada 8 Mei 2026.
“Kami sangat menghargai gerak cepat Pemerintah Aceh. Surat yang kami layangkan baru diterima tanggal 8 Mei, dan hari ini Pak Wagub sudah berada di sini. Ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Aceh dalam menangani perbaikan infrastruktur jalan provinsi dan isu konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang yang memang menjadi kewenangan provinsi,” ujarnya.
Selanjutnya, rombongan meninjau langsung kondisi Jalan Simpang Empat Upah – Rantau yang menjadi urat nadi transportasi wilayah tengah dan pesisir Aceh Tamiang, serta lokasi tanah longsor di Bukit Suling, Kecamatan Rantau.
Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, mengakui bahwa alokasi Rp5 miliar dari APBA 2026 saat ini belum memadai untuk perbaikan jalan sepanjang 15,11 kilometer hingga perbatasan Sumatera Utara (Perapen). Namun demikian, ia memastikan penanganan jalan tersebut menjadi prioritas pada anggaran tahun 2027.
“Kami memastikan penanganan jalan ini akan menjadi prioritas utama pada Anggaran Tahun 2027. Untuk tahap awal di tahun ini, pengerjaan akan difokuskan pada titik-titik kerusakan terparah agar akses masyarakat tidak terputus,” ujarnya.
Selain infrastruktur jalan, kunjungan tersebut juga menjadi momentum koordinasi terkait pengelolaan dan konservasi DAS Tamiang guna meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang seperti yang terjadi pada tahun 2025 lalu.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus bersinergi dan mengawal kebijakan tersebut agar realisasi pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Kehadiran Wagub memberikan kepastian bagi kami dan masyarakat. Kami akan terus mengawal agar agenda penanganan jalan provinsi dan pelestarian lingkungan ini terlaksana sebagaimana mestinya,” ucap Wabup Ismail. (Jaz)





