AGAM, Newshanter.com. Setelah tempat tinggalnya habis terbakar Enan (59) salah seorang korban kebakaran rumah di Jorong Koto Baru, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam-Sumbar, sekitar 7 km dari kota Bukittinggi, kini ini terpaksa mengungsi ke bangunan darurat berdinding palupuh (bambu) milik familinya yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Dibangun darurat berukuran sekitar dua kali tiga meter itu, Enan yang sehari harinya berjualan katupek (Ketupat) di Pakan (Pasar Tradisional) Kototuo tinggal bersama suaminya Suardi (60) dan anaknya Bayu (13). Di dalam ruangan yang sempit, keluarga kecil ini harus bertahan hidup, sebab tak ada yang tersisa dari rumahnya yang sudah rata dengan tanah.

“ Indak ado nan bisa disalamaikan salain baju nan dipakai, sadono habih tabaka “(Tak ada yang bisa kami selamatkan, selain baju yang dipakai semuanya habis terbakar,” ujar enan dengan bahasa minang kepada wartawan Saat kejadian kebakaran ia tengah berjualan katupek (ketupat) di pakan (pasar) Kamis- MInggu yang berherak sekitar 150 meter dari rumahnya.
Sementara, dua keluarga korban kebakaran yang rumahnya juga rata dengan tanah, yakni Hilda dan Arnel, saat ini mengungsi di rumah saudaranya tak jauh dari lokasi.
Wali Nagari Koto Tuo Efendi Dt Pangeran, ketika dibubungi Newshanter.com, Senin (03/04/2017) menjelaskakan, dari kebakaran tersebut tiga Kepala keluarga (KK) jumlah 12 jiwa kehilangan tempat tinggal.”Kebakaran diduga akibat akibat arus pendek dari salah satu rumah itu.” ujarnya.
Ketika ditanya apa korban kebakaran sudah mendapat bantuan ? “Sudah ada bantuan dari Dinsos Agam bagi korban,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya tiga rumah dan dua dapur di Jorong Kotobaru Nagari KOtotuo IV Koto Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) Minggu (02/04/2017) terbakar, akibat kebakaran di perkirakan kerugian satu miliran, beruntung tidak ada korban jiwa rumah.(gus)





