Kita Siapkan 8 Ruang Kelas Untuk PPDB, Ini Kita Harapkan Kepada Pemerintah

Palembang, newshanter.com – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 13 Palembang dimana sudah mulai dilaksanakan dan dibuka untuk pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun 2022 demikian diutarakan Kepala SMA Negeri 13 Palembang H Ridwan Nawawi, S.Ag.,M.Si

Dikatakan H Ridwan, PPDB yang kiya laksanakan itu sama dengan yang dilaksanakan oleh di sekolah lain yang ada diprovinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kecuali untuk sekolah-sekolah yang diunggulkan.

“Jadi prosesnya kita mulai dari diawali dengan sosialisasi sampai nanti tanggal 24 Juni untuk daftar ulang terakhir bagi nagi proses PPDB yang terakhir yaitu tes mandiri,” ujarnya.

Kemudian, kemarin kita sudah menyelesaikan yang jalur pertama, yakni 3 jalur yang telah ditetapkan, dan jalur undangan PPH.

Sedangkan sekarang kita melaksanakan jalur kedua yaitu jalur zonasi, ini adalah hari terakhir untuk verifikasi berkas yang zonasi, dan nanti tanggal 9 kita akan mengawalinya.

“Untuk kuota, kita sesuai dengan yang diajukan yakni 288 siswa, sesuai dengan kelas yang tersedia, ada 8 kelas, kemudian 1 kelas untuk cadangan,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, peminatnya karena kita adalah SMA ini jaraknya jauh dengan yang lainnya, dari PAL Lima itu, dari kilometer 5 sampai kesini tidak ada sekolah lain.

Kecuali ada sekolah-sekolah yang memang tidak dimasuki oleh seluruh peserta didik, yakni Sekolah Menengah Atas Negeri 6 dan Sekolah Menengah Atas Plus 17.

“Karena sekolah itu memiliki syarat tertentu, karena adalah sekolah yang diunggulkan,” katanya.

Masih disampaikannya, jadi peminatnya setiap tahun yang mendaftar disini di atas 1000, sementara yang diterima sangat sedikit.

Sehingga ini butuh perhatian mungkin dari pemerintah untuk penambahan ruang kelas baru, atau ada solusi lain buat sekolah baru

“Dari jarak PAL Lima sampai kesini untuk bisa menampung peserta didik yang tidak tertampung disekolah lain,” bebernya.

Masih dilanjutkannya, jarak yang terjauh kalau zonasi kalau zonasi itu 5 kilometer, tapi jarak yang diterima, jarak terjauh dibawah 1 kilometer, yakni 900 meter sekian.

Apalagi sekarang dengan zonasi yang kuota yang diterima sedikit, kemudian yang diterima di zonasi cuma 30 persen.

“Dan saya kira semakin dekat antar 800 atau 700 meter dari sekolah untuk jalur zonasi,” jelasnya.

Ditambahkannya, harapan kedepan, kita mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk penambahan ruang kelas baru, agar bisa menampung para peserta didik yang lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Dimana untuk 288 itu, kita tidak ada jurusan, karena kita sekarang lagi menggunakan kurikulum merdeka, jadi penjurusan nanti dikelas XI, sedangkan kelas X,” tegasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *