Padang, Newshanter.com – Kapolri Jendral Pol Tito Karnarvian meminta Polda segera melakukan konsolidasi internal untuk meningkatkan kinerja dalam melakukan reformasi birokrasi dan penegakan hukum agar lebih baik.”Contohnya tidak menoleransi tindakan korupsi yang terjadi di tubuh Polri maupun yang berasal dari luar,” ujar Kapolri kapolri saat menjadi inspektur upacara kenaikan tipe Polda Sumbar di lapangan Mapolda Sumbar Senin (03/04/2017
Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan kenaikan tipe Polda Sumatera Barat dari tipe B ke tipe A ini harus diikuti dengan perbaikan dalam memberikan pelayanan serta pengayoman kepada masyarakat.
“Dengan kenaikan status tersebut akan diikuti oleh peningkatan kepangkatan, sumberdaya manusia, anggaran, dan personel.”Peningkatan itu dilakukan secara bertahap dan tentunya harus sesuai dengan kemampuan negara,” kata Tito.
Dikatakan Tito kenaikan status ini tidak hanya menguntungkan bagi polisi, tapi juga bagi masyarakat Sumbar. “Meningkatnya keamanan akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Sumbar,” ujarnya.
Kapolri meminta Polda segera melakukan konsolidasi internal untuk meningkatkan kinerja dalam melakukan reformasi birokrasi dan penegakan hukum agar lebih baik. “Contohnya tidak menoleransi tindakan korupsi yang terjadi di tubuh Polri maupun yang berasal dari luar,” pungkasnya.
Selain itu Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta daerah untuk melakukan reformasi dalam penerimaan anggota polisi karena akan memberikan dampak besar bagi kinerja kepolisian ke depannya.
“Apabila kita salah dalam merekrut anggota baru, maka nantinya akan membebani organisasi yang besar ini,” katanya. Kapolri mengatakan dalam tahun ini pihaknya akan merekrut 18 ribu anggota bintara baru di seluruh Indonesia. Tito mengahrapkan mengharapkan proses penerimaan bisa berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ada.
“Intinya kami akan melakukan perekrutan secara bersih dan transparan sehingga peluang untuk melakukan suap dan praktik korupsi bisa dihilangkan,” ujarnya,Tito mencontohkan apabila pihaknya meluluskan seorang anggota yang tidak lulus jasmani, nilai akademik yang rendah serta memiliki kondisi psikologis yang tidak baik maka kinerjanya akan tidak baik.”Anggota itu nantinya tidak bekerja mendukung organisasi, namun malah membebani,” katnya menjelaskan.
Terkait dengan aksi korupsi dalam penerimaan anggota polisi baru, dirinya berkomitmen akan menindaktegas perbuatan tersebut sesuai dengan prosedur yang ada.Saat ini dirinya mendapatkan laporan dari Polda Sumatera Selatan delapan anggota polisi tertangkap beserta barang bukti uang untuk meluluskan calon anggota polisi yang akan mengikuti tes.
“Bahkan dalam kasus itu ada seorang perwira menengah berpangkat Komisaris Besar (Kombes) yang tertangkap, saya langsung perintahkan Kapolda Sumsel untuk menindaknya,” kata dia.
Mereka yang tertangkap,katanya akan diproses secara kode etik , apabila terbukti melakukan pelanggaran maka akan langsung dipecat.”Selain itu proses pidana terhadap mereka akan terus berjalan,” kata dia.
Menurutnya langkah tegas ini akan menjadi peringatan bagi polda-polda lain yang akan melakukan perekrutan agar tidak melakukan permainan dalam penerimaan anggota baru ini.(Falind)





