Kadisbun Sumsel Sampaikan Ini Terkait Perkebunan

Kadisbun Sumsel Sampaikan Ini Terkait Perkebunan

Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumsel Ir Agus Darwa menghadiri kegiatan daripada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Sumsel yang kemarin melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke 4 disalah satu hotel di Palembang.

Kepala Disbun Sumsel Ir Agus Darwa dalam sambutannya mengatakan, bahwa kita harus berbangga, berbangga siapapun kita ini yang bergerak dibidang pertanian secara umum, khususnya sub sektor perkebunan, karena tidak semua masyarakat punya kebun.

“Kalau kita berbicara mengenai kebun itu sangat asik, dimana provinsi Sumsel kita cukup kaya dengan sumber daya alam kita, terutama sumber daya perkebunan, dimana kita punya potensi 3,8 juta hektar,” ujarnya.

Kemudian, berdasarkan data kami Kementerian Desa ada 2,8 juta hektar, lahan perkebunan yang sudah termanfaatkan, dari 2,8 juta hektar itu, 1,2 juta hektar kelapa sawit.

Bisa dibayangkan ada di provinsi Sumsel 1,2 juta hektar dari 16,38 juta hektar dari Indonesia, berarti kita hampir sepersepuluh, cukup luas. Kalau urutan kita di pulau Sumatera kita nomer 3, yakni Riau, Medan, dan baru Sumsel.

“Bayangkan betapa bangganya kita sebagai warga Sumsel yang punya potensi lahan, dan itu baru berbicara sawit,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, belum lagi cerita tentang karet, kita punya 1,3 juta, kopi terluas di Indonesia, nomer 3 didunia. Kelapa dalam, tempurung 60 ribuan, bahkan juga teh dan kita cukup bangga.

Dan kita bangga bukan dunia, Indonesia, Sumsel tanpa perkembangan, tanpa sektor pertanian secara umum. Dimana dunia itu, dunia itu sehebat apapun kita, secanggih alat apapun didunia ini, kalau masyarakat sudah tidak makan maka akan lemas.

“Makan itu bukan hanya berbicara padi dan makan beras bukan itu, pangan itu termasuk minyak, minyak kelapa itu pangan,” katanya.

Masih disampaikannya, bayangkan makan, bekerja, siapapun kita yang bergerak dibidang khususnya di Sumsel bangga, bahwa kita adalah bagian daripada yang terpenting didunia ini itu yang harus kita garis bawahi.

Kalau kita cerita tentang kebun sawit ini, tahun 80an itu belum begitu dilirik, orang masih melirik yang namanya karet, dan kelapa.

“Dimana 1200 hektar, 1 juta 200 ribu hektar, 678 hektar itu adalah punya kelompoknya GAPKI, sisanya adalah plasma, sisanya lagi 138 ribu hektar adalah punya petani swadaya,” bebernya.

Ditempat terpisah Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel Alex Sugiarto, dimana dari GAPKI kita maunya kolaborasi, jadi kalau selama ini kita dengan APKASINDO sudah kolaborasi, sekarang ini kita sedang kolaborasi, kedepan ya kita tetap kolaborasi.

“Kalau kita selalu berusaha untuk gandeng APKASINDO juga, kami dari sisi perusahaan bisa dibilang begitu, untuk memperjuangkan harga sawit, sedangkan APKASINDO dari sisi petani,” imbuhnya.

Masih dilanjutkannya, APKASINDO dengan GAPKI juga terlibat dalam penetapan harga TBS, dimana dalam penetapan harga TBS di Disbun Sumsel 2 minggu sekali.

Jadi anggota kami di GAPKI dan juga anggota dan juga pengurus APKASINDO juga terlibat, jadi kita sama-samalah kolaborasi menentukan harga TBS.

“Kalau sekarang mulai sebenarnya harga mulai bergerak naik, dengan adanya kebijakan kemarin pungutan eksport jadi nol, mulai bergerak naik, dan memang belum maksimal,” jelasnya.(ton)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *