Makkah.Newshanter.com – Dua orang jemaah haji Indonesia meninggal dalam tragedi crane di Masjidil Haram Makkah. Dokter di Balai Pelayanan Haji Indonesia (BPHI) menjelaskan tentang penyebab kematian mereka.
“Yang wafat semua karena cedera kepala,” tutur dokter Yanuar di BPHI, Makkah, Jumat (12/9/2015).
Saat kejadian, menurut Yanuar, tim kesehatan mengerahkan semua ambulans di Makkah yang berjumlah 13 unit. Saat tiba di Masjidil Haram korban-korban sudah dibawa ke RS Jiyad yang berada di dekat lokasi.
“Di sana luka terparah ya itu cedera bagian kepala. Jemaah haji Indonesia lalu dirujuk ke RS Arab Saudi yang lain dan bagi yang luka ringan dibawa ke BPHI,” tuturnya.
Sampai dengan saat ini jumlah jemaah Indonesia yang meninggal 2 orang. Dua orang itu atas nama Masnauli Hasibuan dari kloter 09 embarkasi Medan dan Siti Rasmi Darmini dari kloter 23 embarkasi JKS.
Dari 87 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat crane jatuh di Masjidil Haram. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan agar masyarakah berdoa bersama.
“Kita doakan semoga yang cedera dapat cepat pulih kembali,” ujar Sekjen MUI Anwar Abbas, dalam pernyataan tertulis, Sabtu (12/9/2015).
Anwar menyerukan berdoa agar para jemaah dapat mengerjakan ibadah hajinya sesuai dengan yang direncanakan. “Dan bagi yang meninggal didoakan semoga Allah SWT mengampuni dosa-nya, diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” ungkapnya.
MUI menyatakan ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa jemaah haji Indonesia yang menjadi korban crane. Anwar juga meminta pemerintah untuk segera mengupdate identitas korban.”Kepada pihak keluarga mereka ditanah air,” tutupnya.
Kronologi Badai dan Jatuhnya Crane di Masjidil Haram
Makkah – Sebuah crane yang digunakan untuk mengerjakan proyek di Masjidil Haram jatuh terhempas angin. Badai dimulai oleh angin kencang di sore hari yang akhirnya berubah menjadi badai.
Berikut ini kronologi kejadian jatuhnya crane itu yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Sabtu (12/9/2015):
-Pukul 17.00
Langit gelap menaungi wilayah Makkah. Angin mulai berhembus kencang. Hampir setiap sore selama 5 hari belakangan ini cuaca Makkah di sore hari bisa berubah mendadak dari panas ke hujan.
-Pukul 17.10
Angin mendadak berhembus kencang. Pintu-pintu bangunan berderak, sampah-sampah beterbangan. Hujan mulai turun meningkahi angin kencang.
-Pukul 17.15
Hujan angin disertai angin kencang melanda Makkah. Menyebabkan banyak pohon-pohon tumbang, tercerabut dari akarnya. Air hujan menggenangi jalan-jalan yang letaknya lebih rendah
-Pukul 17.18
Di atas kap mobil yang sedang parkir terdengar bunyi hantaman benda-benda kecil. Setelah disimak, ternyata benda itu adalah es yang turun besert hujan. Tapi hujan es tidak berlangsung lama.
-Pukul 17.30
Kabar sebuah crane jatuh dan menimpa para jemaah haji beredar. Setelah dikonfirmasi 2 jemaah haji Indonesia turut menjadi korban jiwa karena kejadian ini.
-Pukul 17.45
Hujan angin disertai angin kencang mereda. Proses evakuasi dilakukan. Para korban tragedi crane dievakuasi ke RS terdekat di Jiyad untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah itu mereka dirujuk ke RS lainnya.(DTC/NHO)





