Jangan Saling Salah, Mari Bersatu Perangi Covid-19

Palembang-Newshanter.com.Apresiasi tak henti mengalir dari masyarakat kepada pemerintah atas upaya yang dilakukan untuk menumpas tuntas Pandemi Covid-19.

Hal ini tak luput dari pengamatan aktifis muda yakni Yan Hariranto, sebagai Ketua Garda Api Sumatera Selatan (Sumsel) menurutnya pemerintah telah berusaha sebaik mungkin, khususnya Gubernur Sumsel yang dinilainya gesit dalam membuat kebijakan serta dalam tindakan.Senin (20/4/2020)

Laki- laki yang kerap disapa Yan Coga ini tak luput memberikan pengertian kepada seluruh element masyarakat khususnya insan pers agar tak usah sedikitpun memberi panggung kepada oknum yang tidak pro terhadap kebijakan pemerintah, baik itu politisi maupun pengamat yang sengaja mendiskreditkan pemerintah guna meraih kepentingan kelompok, hingga sampai merusak citra pemerintah.

“Dalam situasi mencekam lantaran Pandemi Covid- 19, saya begitu bangga kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, karena sudah menyiapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 dengan mengalihkan anggaran dinas luar negeri yang ditiadakan hingga nol persen, serta menyiapkan fasilitas tempat isolasi untuk para medis diHotel Swarna Dwipa,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa pemerintah Sumsel layak mendapat acungan jempol karena telah bekerja keras, dalam upaya penanganan Pandemi ini, bahkan Walikota Palembang yakni H. Harnojoyo beserta wakilnya Fitrianti Agustinda dan Sekertaris Daerah (Sekda) Ratu Dewa turut andil dalam upaya membasmi Covid- 19.

“Saya berharap seluruh element masyarakat, terus bersama dalam melawan Covid-19 dengan mendengarkan intruksi dari Pemerintah Sumsel, ini saatnya semua bersatu untuk fokus pada penanggulangan bencana Pandemi mematikan Covid- 19 diseluruh Indonesia, khususnya Sumsel dengan langkah awal menjalankan fungsi sosial kontrol pers sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999,” ungkapnya.

Saat ini Yan Coga menghimbau insan pers untuk tak ikut menggubris oknum yang sibuk mencari kesalahan pemerintah, serta harus pandai dalam memfilter pernyataan nara sumber secara profesional karena hal itu adalah bagian dari penerapan kode etik jurnalistik sehingga dapat meminimalisir berita yang mendiskriminasi pemerintah.

“Saat ini para medis lebih butuh perhatian yang lebih untuk fasilitas Keselamatan, keamanan dan Kesehatan Kerja (K3) dari pada meladeni oknum politisi yang ingin panjat sosial (Pansos). Stop mencari kesalahan pemerintah, stop mencela, stop pencitraan. Saatnya Sumsel bersatu,” pungkasnya.(Ocha)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *