Ini Pesan Dari Kepala Disbudpar Sumsel Dan Dari Balai Pelestarian Cagar Budaya

Palembang, newshanter.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menginisiasi mengadakan event yakni Pekan Kebudayaan Daerah Provinsi Sumsel yang dilaksanakan dari tanggal 1-3 Juni 2022 yang dipusatkan di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Palembang.

Dimana dalam kegiatan ini sendiri kita mengusung tema kearifan lokal ketahanan budaya yang merupakan kegiatan sekaligus menuju Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (PORNAS) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) ke VI pada bulan Juli 2022.

Dimana untuk provinsi Sumsel menjadi tuan rumahnya, demikian diutarakan Kepala Disbudpar Sumsel Aufa Syahrizal.

Dikatakan Kepala Disbudpar Sumsel Aufa Syahrizal, jadi Pekan Kebudayaan Daerah Provinsi ini adalah bagian dari persiapan kita untuk mengikuti Pekan Budaya Nasional.

Dan Pekan Budaya Nasional ini adalah salah satu kegiatan yang masuk dalam 10 kemajuan kebudayaan yaitu adalah olahraga rekreasi masyarakat.

“Maka dari itu lomba yang kita lombakan adalah permainan-permainan tradisional, seperti engrang, gasing, inilah permainan-permainan tradisional yang memang harus kita lestarikan,” ujarnya.

Kemudian, oleh karena itu ya kita bersyukur bahwa dari 17 kabupaten/kota, para budayawan, para seniman kita masih mereka mencintai budaya itu.

Dan mereka masih eksis untuk senantiasa mencoba melatih generasi muda, mengajak generasi muda untuk mencintai budaya itu.

“Maka dari itu kita mengangkat kearifan lokal, bagaimana kita mengangkat kearifan lokal, sehingga tidak tergerus dengan oleh modernisasi ,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, jadi apalagi nanti kita akan menjadi tuan rumah PORNAS KORMI ke VI tahun 2022 pada bulan Juli, dan ini akan dilombakan secara nasional.

Artinya, mudah-mudahan kita atau atlet yang berlomba ini akan menjadi bagian dan mungkin akan menjadi peserta untuk lomba PORNAS KORMI yang akan datang.

Sedangkan untuk dewan juri ada dari Jakarta, jadi kita betul-betul undang juri-juri yang profesional di bidangnya.

” Ada 9 kategori yang dipertandingkan, ada yang sifatnya permainan dan pertunjukan,” katanya.

Masih disampaikannya, tapi ada 9 cabang, 5 cabang itu lomba kegiatan, seperti engrang, bakiak, gasing itu yang tunggal, pantun seni pertunjukan. Jadi ada 5 tangkai permainan, ada 4 itu tangkai seni pertunjukan, jadi ada 9.

Untuk penilaian kita serahkan kepada juri-juri yang profesional, dimana mereka memiliki kriteria masing-masing.

Ini kita persiapkan untuk nanti bulan Juli kita akan ada PORNAS KORMI ke VI, dimana yang 9 inilah yang akan diperlombakan.

“Dan bagi yang menang akan dapat hadiah, penghargaan dari kita, sertifikat, dan uang pembinaan,” imbuhnya.

Kami tentunya sangat mendukung, dimana kami dari Kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi Direktorat Jenderal Kebudayaan Balai Pelestarian Cagar Budaya dibawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan dalam hal ini Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pelestarian Cagar Budaya provinsi Jambi, Sumsel, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

“Dimana kami di wajibkan untuk mendukung Pekan Kebudayaan Nasional yang didaerah itu Pekan Kebudayaan Daerah,” beber Kristianto Januardy.

Masih dilanjutkannya, jadi ini sebuah contoh yang baik bagi provinsi-provinsi yang membina kebudayaan dengan baik.

Dimana tadi dari Kepala Disbudpar Sumsel bilang, dimulai dari anak-anak muda, nanti berarti pendukung kebudayaan itu akan tetap eksis, karena sudah di mulai dari kaum muda.

“Bentuk support kita antara lain, kenapa ada Kemendikbud ristek terpasang di banner disana, artinya kita tetap mendukung antara lain dengan menghadirkan juri-juri yang profesional di kegiatan ini,” jelasnya.

Ditambahkannya, jadi diharapkan kabupaten/kota juga membuat event-event serupa, seperti Pekan Kebudayaan didaerah tapi ditingkat kabupaten.

Tentunya seperti yang disampaikan oleh Kepala Disbudpar Sumsel dimulai dari kabupaten dahulu, lahirnya bibit-bibit ini.

Kemudian akan naik di tingkat provinsi, setelah itu naik di tingkat Nasional. Nanti jadi sama seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) yang setiap 4 tahun diadakan, ada juga Pekan Olahraga Daerah (PORDA).

“Pekan Kebudayaan Daerah ini juga sama seperti itu, kearah dukungannya ke Pekan Kebudayaan Nasional,” tegasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *