Home Base Komplek Basilica Tampil Beda, Konsep Tetap Party Resto

Home Base Komplek Basilica Tampil Beda, Konsep Tetap Party Resto

Palembang,newshanter.com – Home Base yang berada dijalan Basuki Rahmat Kecamatan Kemuning Palembang merelokasi ketempat barunya yakni yang berada dikompleks Basilica Palembang. Untuk konsepnya sendiri tidak terlalu banyak berubah, masih mengusung konsep.

Di Home Base ini sendiri memiliki tema tematik untuk costumenya, inilah yang berbeda dari tempat biasanya cafe, resto, dan ataupun sejenisnya, bagaimana tidak ditempat ini ada yang namanya costume tematik yang digunakan oleh pegawai Home Base untuk setiap harinya, demikian diutarakan oleh Branch Manager Home Base Ova Libenovo.

Dikatakan Ova, sebenarnya nama Home Base ini berdasarkan keinginan daripada orang tua saya, dari pemikirannya yang sederhana, dia ingin mudah diingat, I Cathcing, dan tidak sulit. Karena tujuannya adalah jualan, dia sebenarnya tidak terlalu bagaimana soal brandnya, terpenting menarik dan mudah dimengerti makanya jadilah namanya Home Base.

Dimana Home Base itu artinya markas, tempat orang kumpul, tempat orang hang-out dan bertemu. Konsep awalnya adalah party resto, karena orang tua saya senang banget terhadap kuliner dan dia juga orang entertain, ujarnya.

Kemudian, orang tua saya pengalamannya sudah tidak diragukan lagi, dia buat selalu buat dengan konsep party resto, restauran yang bisa party. Karena perspektif orang kalau party itu sudah konotasinya sudah pasti negatif, padahal pesta itu bisa apa saja, ulang tahun, syukuran, gathering, arisan, pokoknya merayakan intinya.

Home Base ini kita terkenal dengan Birthday Cerebration, semua baik ibu-ibu, anak-anak, anak muda, orang tua, bahkan semua kalangan bisa merayakan Birthday Cerebration mereka disini, karena pada intinya adalah merayakan, ungkapnya.

Masih menurutnya, terus yang membedakan tempat kita dari tempat lain adalah adanya costume tematik. Untuk costume tematicnya sendiri adalah koboy, jawa-jawa, come back school, dan masih banyak lainnya. Costume tematik itu sendiri setiap hari, dan untuk setiap harinya berganti-ganti.

Untuk tema costume tematic itu paling sekitar 10 orang. Untuk total keseluruhan bisa 200 orang, serta untuk kapasitas ruang terdiri dari 3 lantai, yakni lantai satu itu Laquer Shop, lantai dua ada live band, dan lantai tiga itu lebih ke outdoor, katanya.

Lanjutnya, ketika ditanya mengenai logo daripada Home Base ini, bahwa itu merupakan buatan saya. Karena saya sendiri merupakan seorang design grafis, jadi semua media publikasi disini saya yang buat.

Untuk media sosial saya yang mengurusi, menu, video, visual, serta dekorasi itu saya yang bikin. Logo Home Base ini terdiri dari huruf H, terus ada sayap, dan dikasih bintang lima diatasnya, itu yang diinginkan oleh orang tua, dan jadilah saat ini untuk designnya, bebernya.

Masih disampaikannya, sebenarnya sederhana logonya, yang penting mudah diingat, I cathcing dan orang tua saya suka. Lambang sayap identik ingin terbang tinggi, itulah yang merupakan mimpi orang tua saya yakni melakukan ekspansi-ekspansi.

Orang tua saya tidak suka frenchise, dan dia tidak pernah beli frenchise, hebatnya orang tua saya dia buat Home Base lebih dari frenchise, dan untuk valuenya tinggi banget, dan itu bukan frenchise, jelasnya.

Ditambahkannya, dia buat Home Base itu bukan frenchise, tapi bikin sendiri. Makanya kita buat frenchise, bukan beli frenchise. Kenapa kita buka di kota Palembang bukan ke daerah, sebenarnya bisnis begini kita lihat peluang dan lihat market dan ini saya masih belajar.

Kalau ada peluang didepan mata kenapa tidak diambil dahulu, mungkin dikemudian hari nanti ada tempat yang bagus, market yang bagus, rekan-rekan kerja dan pathner-pathner diluar kota, mungkin kita bawa ekspansi kesana, tegasnya.(ton)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *