JAKARTA — Innalillahi wa innaillaihi rojiun. Gubernur Sumbar dua periode 1987- 1997 H. Hasan Basri Durin meninggal dunia. Tokoh Sumatera Barat ini meninggal dunia pada usia 81 tahun di Komplek Perumahan Liga Mas IndahJalan Pancoran Indah 6, blok B1 no.5 Jakarta Selatan Sabtu (9/07/2016) pukul 00.30 WIB.
Hasan Basri menjalani perawatan di Rumah Sakita Medistra Jakarta sejak 21 maret 2016 lalu karena sakit keras.”Kita telah kehilanggan kembali tokoh Sumatera Barat yang selama ini berjasa pada masyarakat. Semoga Almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima amal kebaikannya,” ujar Staf Khusus Wakil Presiden Syahrul Udjud
Menurut Staf Khusus Wapres RI ini juga mantan walikota padang, bapak Hasan Basri Durin mantan orang nomor satu Sumbar ini meninggal dunia dengan tenang pada Sabtu 9 Juli 2016 jam 00.30 WIB.
Di Tempat terpisah Ketua PWM Sumbar, Dr. Drs H. Shofwan Karim mengatakan Kita turut berduka dan juga merasa kehilangan atas kepergian sosok almarhum H. Hasan Basri Durin karena beliau penasehat Muhammadiyah yang telah berkontribusi untuk perjuangan Muhammadiyah baik ketika menjadi Gubernur Sumbar dua periode 1987- 1997 maupun ketika menjadi Walikota Padang.
“Dan kita berharap keluarga tabah dalam menghadapi cobaan, semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah,” ujarnya.Rencana pemakaman Hasan Basri Durin akan diselanggarakan di TMP Kalibata Jakarta habis Sholat Zuhur. (RI)
INI profil singkat H. Hasan Basri Durin
Hasan Basri Durin (lahir di Nagari Jaho, Padang Panjang, Minangkabau, Hindia Belanda, 15 Januari 1935; umur 81 tahun) adalah mantan politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Padang dan Gubernur Sumatera Barat masing-masing selama dua periode dan menjadi Menteri Negara Agraria pada 1998-1999.
Hasan Basri Durin lahir dan dibesarkan di kampungnya di Jaho, sebuah kenagaraian yang terletak di dekat Padang Panjang. Setelah menamatkan SMA di Bukittinggi, ia pindah ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat bekerja sebagai Sekretaris Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Jambi dan Sumatera Barat. Pada bulan Oktober 1971, ia diangkat sebagai Penjabat Wali Kota Padang, kemudian menggantikan Akhiroel Yahya menjadi Wali Kota Padang selama dua periode dari tahun 1973 hingga tahun 1983. Setelah itu, ia menggantikan Azwar Anas sebagai Gubernur Sumatera Barat dan menjabatnya dari tahun 1987 sampai 1997.
Setelah Presiden Suharto lengser kemudian digantikan oleh B.J. Habibie, ia diangkat menjadi Menteri Negara Agraria dalam Kabinet Reformasi Pembangunan dan menjabatnya sampai ketika kementerian itu dihapus oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1999.(BB)





