Palembang, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten I bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat (kesra) sekretariat daerah (Setda) provinsi Sumsel Drs H Rosidin Hasan menghadiri dan membuka secara langsung acara Pekan Kebudayaan Daerah Provinsi Sumsel tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel.
Adapun yang menghadiri kegiatan ini selain dari Pemprov Sumsel juga dihadiri oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kepala Disbudpar Sumsel Dr Aufa Syahrizal, Sekretaris Disbudpar Sumsel Megawati, para Kepala Bidang di Disbudpar Sumsel, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Provinsi Sumsel H Herlan Asfiudin, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Sumsel Syarhan Saropi, dan undangan lainnya.
Dikatakan Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sumsel Drs H Rosidin Hasan, hari ini adalah kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Provinsi Sumsel, yang ini merupakan salah satu pemikiran cerdas dari Kepala Disbudpar Sumsel, bagaimana kemudian kita membangkitkan kembali kebudayaan-kebudayaan yang berada di Sumsel.
“Kita tahu Sumsel itu memiliki budaya yang sungguh luar biasa, Gubernur Sumsel H Herman Deru sering mengatakan, bahwa Batang Hari Sembilan ada 9 sungai besar itu juga merupakan inspirasi budaya dari seluruh potensi budaya yang ada di Sumsel,” ujarnya.
Kemudian, hari ini ada 15 kabupaten/kota dari Sumsel yang ikut serta, dimana mereka akan menampilkan kebudayaan-kebudayaan dari daerah masing-masing.
Insya Allah ini menjadi salah satu starting poin dari Kepala Disbudpar Sumsel kedepan bagaimana budaya lebih baik lagi untuk di tatanya.
“Paling tidak hari ini kita merasa bahagia dan senang, karena pelaku-pelaku seni pada saat ini, itu tergolong generasi-generasi muda, yang ketika mereka melakukan itu, maka kami yakin akan lebih sistem table, dan akan terus menerus,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, karena memang dilakukan oleh anak-anak muda, dan ketika masih ada mohon maaf banyak dimiliki oleh orang-orang tua barangkali dari generasi muda, segera untuk regenerasikan diri dengan belajar kepada mereka.
Sehingga budaya daerah untuk terus berkembang dan itu menjadi kearifan lokal yang westdem yang perlu kita jaga.
Orang luar negeri saja, mereka ada yang mengundang kita, dari berbagai kedutaan besar untuk tampil disana
“Maka untuk itu kita bersiap-siap diri untuk menjadi tuan rumah kebudayaan yang sangat maju di provinsi Sumsel,” katanya.
Masih disampaikannya, dengan kebudayaan daerah yang maju, kami yakin, kita tidak akan ganduh dengan budaya-budaya luar, karena kita memiliki identitas diri.
Apa identitas diri adalah kebudayaan nusantara, yang disana justru mengajarkan tentang sosial, nilai-nilai budaya yang luar biasa, nilai-nilai kemanusiaan, sejahtera, dan sebagainya.
“Kita tahu tadi, bagaimana ada budaya seni main engrang, bagaimana kita hidup menjadi mandiri, ada budaya main sandal yang dinaiki oleh orang banyak, dan sebagainya,” bebernya.
Masih dilanjutkannya, dimana itu mengajarkan kita bagaimana kita hidup bersama-sama satu kekompakan yang dibangun.
Kemudian juga kita lihat tadi ada seni bela diri, bahwa kita masing-masing harus punya percaya diri. Jadi banyak hal manfaat dari kebudayaan yang ada di Sumsel untuk provinsi Sumsel.
“Insya Allah Gubernur Sumsel H Herman Deru sangat senang sekali, melihat potensi ini muncul kembali, dan terus berinovasi terkait dengan polesan-polesan budaya yang lebih baik lagi,” jelasnya.(ton)





