Gubernur Sumsel Hadiri Milad Ke 3 Ponpes Tahfidz Al Quran An Nur, Ini Pesan Yang Disampaikannya

Banyuasin, newshanter.com – Pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru dengan didampingi Kepala Dinas, Para Organisasi Perangkat Daerah, dan Forkompinda provinsi Sumsel menghadiri acara Milad ke 3 Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Al Quran An Nur Haflah Akhirussanah yang dipusatkan di halaman Ponpes Tahfidz Al Quran An Nur Desa Suka Pindah Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin provinsi Sumsel, Sabtu (17/6/2023).

Dikatakan Gubernur Sumsel H Herman Deru, dimana untuk Mudirnya Ustad Iwan Rismansyah, Lc.,Al hafidz ini adiknya Darul Qudri dan bukan orang sini aslinya justru, ini suatu yang luar biasa, ini perhatian di Desa Suka Pindah.

Kenapa saya datang, Tahfidz Qur’an ini yang selalu disebut orang rumah tahfidz kalau dia bukan didalam ponpes, itu merupakan program saya, targetnya 1 desa 1 rumah tahfidz targetnya.

“Jumlah desa di provinsi Sumsel ini lebih kurang 3500, begitu dicanangkan 1 desa 1 rumah tahfidz justru hati saya menjadi galau, bisa tidak ini, mungkin tidak ini, dan ternyata bisa tercapai, alhamdulillah,” ujarnya.

Kemudian, ditahun kedua masuk tahun ketiga saya menjadi Gubernur Sumsel, 3500 rumah tahfidz itu terbangun, sekarang sudah lebih dari 5000 rumah tahfidz itu. Dimana semarak mencintai dan memuliakan Al Qur’an itu ternyata tinggi, tinggal siapa yang mengajaknya.

Tapi jangan salah rumah tahfidz itu jangan dibayangkan ada bangunannya dahulu, tapi ada kegiatannya dahulu. Ada kegiatannya, misalnya bisa menumpang di mushollah, masjid, atau bisa ditempat ponpes seperti ini, yang penting kegiatan belajar mengajar Al Qur’annya.

Dimana-mana ada sekarang rumah tahfidz, lulusannya banyak bayangkan, ini untuk semangat Mudir Ponpes, dimana pada tahun 2006 pada 17 tahun yang lalu Sumsel ini pernah masuk 10 besar di Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, sudah itu tidak pernah lagi, baru tahun 2022 kemarin masuk lagi 10 besar, artinya sudah ada buahnya, bahkan kita ranking 8 sama seperti Serambi Mekkah Banda Aceh. Semua perbuatan baik itu ternyata harus ada yang mengajak supaya lebih cepat.

Berapa kali saya melepaskan orang ikut MTQ misalnya ke tingkat Internasional, ada ke Qatar, Dubai, dan Thailand, dimana ini merupakan semarak memuliakan Al Qur’an. Mudah-mudahan ini menjadi investasi, bukan hanya didunia saja tetapi juga di akhirat kelak.

“Kenapa ini saya ngotot mempersiapkan generasi-generasi muda, RA, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah, dimana tahun 2045 Indonesia ini disebut Indonesia EMAS,” katanya.

Masih dilanjutkannya, kenapa Indonesia EMAS, karena pada tahun 2045 itu diperkirakan hampir 50 juta masyarakat Indonesia sudah menjadi manusia yang produktif, yang seumuran ini, yang milenial, atau pun yang generasi Z mereka jadi manusia produktif.

Kalau mereka sekedar pintar, tapi tidak punya ilmu agama yang baik, mau dibawa kemana negara ini. Siapa yang mau jadi kepala desa, polisi, tentara, anggota dewan, dan sebagainya kalau generasi kita tidak di persiapkan dengan baik.

“Maka ibu-ibu ini punya tugas yang lebih berat dari bapak-bapak, karena menurut kajian tugas pendidikan itu ada 70 persen diwilayah ibu. Dimana ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, jadi kalau anak-anak mau baik, ya ibu, dan sebagainya,” imbuhnya.

Begitu juga disampaikan Mudir Ponpes Tahfidz Al Quran An Nur Ustad Iwan Rismansyah, Lc.,Al hafidz, dimana Ponpes Tahfidz Al Quran An Nur ini berdiri pada tahun 2020 tepatnya pada tanggal 19 bulan Juli, jadi tahun ini memasuki milad ke tiga untuk Ponpes Tahfidz Al Quran An Nur.

Jumlah santrinya ada lebih kurang 119 santri, dari tingkat TK sampai tingkat SMA, alhamdulillah atas dukungan masyarakat ponpes berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada para generasi penerus bangsa.

“Dimana untuk dididik menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa serta menjadi warga yang baik. Alhamdulillah tahun ini kami meluluskan 14 orang siswa tingkat Madrasah Tsanawiyah/SMP, dan mewisuda 28 orang santri Raudhatul Affan TK dan mewisuda 20 orang santri Tahfidz hafalan 1 sampai 8 juz,” tutupnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *