Palembang, newshanter.com – Ketua Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera (GHARIS) Kota Palembang, Anton 98, angkat bicara menanggapi tudingan yang menyebut Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, M. Asrul Indrawan, sebagai provokator dalam aksi di Mapolda Sumsel.
Anton 98 menilai tudingan tersebut perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi opini yang merugikan nama baik pihak tertentu. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa didukung informasi dan fakta yang jelas.
Dalam keterangannya kepada awak media di Palembang, Anton 98 menyampaikan bahwa dirinya mengenal M. Asrul Indrawan secara pribadi. Keduanya merupakan alumni Universitas Bina Darma dan pernah berada dalam lingkungan pergerakan yang sama.
“Sebagai sesama alumni Universitas Bina Darma dan rekan seperjuangan, saya mengenal beliau sebagai sosok yang peduli terhadap masyarakat. Selama ini, beliau juga aktif membina serta memperjuangkan kepentingan para pengemudi ojek online (ojol) di Sumatera Selatan,” ujar Anton 98.
Ia menegaskan, aktivitas ADO Sumsel selama ini tidak terlepas dari upaya memperjuangkan hak dan kesejahteraan para pengemudi ojol. Karena itu, menurutnya, setiap tudingan terhadap Ketua ADO Sumsel perlu disikapi secara objektif dengan mengedepankan fakta.
Anton juga menjelaskan bahwa kegiatan pembagian masker yang dilakukan ADO Sumsel bersama rekan-rekan pengemudi ojol merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Sumatera Selatan.
Menurut dia, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga yang terdampak kabut asap. Ia menilai aksi sosial dan penyampaian aspirasi masyarakat perlu dibedakan dari tindakan provokatif yang dapat memicu kericuhan.
GHARIS Sampaikan Tiga Poin Sikap
Dalam pernyataannya, GHARIS Kota Palembang menyampaikan tiga poin sikap terkait polemik tersebut.
Pertama, menolak pembentukan opini yang tidak didukung fakta. GHARIS meminta semua pihak mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan menghindari penyebaran tudingan yang berpotensi merugikan nama baik seseorang.
Kedua, mengapresiasi perjuangan dan kegiatan sosial ADO Sumsel. Anton 98 menilai upaya membina komunitas pengemudi ojol serta memperjuangkan kesejahteraan mereka merupakan bagian dari aktivitas sosial yang patut mendapat perhatian.
Ketiga, mengajak masyarakat dan media menjaga kondusivitas. GHARIS mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima informasi, melakukan verifikasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terkonfirmasi.
Anton 98 menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di ruang publik harus tetap mengedepankan prinsip damai, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Perjuangan untuk membela kepentingan para pengemudi ojol harus dilakukan dengan mengedepankan fakta, kebenaran, dan keadilan. Kami berharap persoalan ini dapat disikapi secara objektif tanpa membangun opini yang merugikan pihak tertentu,” pungkasnya.
GHARIS Kota Palembang berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi yang baik dan memberikan ruang bagi penyelesaian persoalan secara proporsional, sehingga situasi di Sumatera Selatan tetap kondusif. (*)





