KAYUAGUNG, Newshanter.com – Karena besar dan derasnya air disungai Komering Kecamatan Kayuagung menelan korban seorang gadis remaja bernama Wulandari (18) anakĀ dari pasangan Suwandi dan Sumiati warga Kelurahan Kedaton Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering (OKI) hanyut saat sedang mandi di Sungai Komering Pukul 16.30 WIB sore tadi. Menurut dugaan sementara, korban terbawa arus sungai deras. Hingga berita ini diturunkan, korban belum diketemukan. Pencarian dan evakuasi korban dilakukan besok hari. Kamis (21/3/2018).
Informasi yang berhasil dihimpun, saksi yang merupakan teman korban menuturkan, saat dirinya sedang mencuci motor tak jauh dari korban mandi, tidak berapa lama, terlihat korban sudah menjauh,
“Kemungkinan Wulan tidak mampu berenang, sedangkan arus sungainya terbilang cukup deras,” jelasnya.
Camat Kota Kayuagung Dedi Kurniawan S.STP mengatakan kejadian hilangnya korban akibat terseret arus sudah mendekati petang sehingga untuk pencarian akan dilanjutkan Jumat (22/3/2018) besok,
“Atas Kesepakatan keluarga, Lurah Kedaton, dan BPBD OKI, pencarian dilanjutkan besok,”ucapnya.
Masih menurut Dedi, pihaknya juga sudah memberikan informasi kepada warga dan seluruh Kepala Desa untuk tetap siaga jika melihat tanda-tanda keberadaan korban,
” Sebagaimana pengalaman tahun lalu saat ada balita hanyut ditemukan di daerah Desa Tanjung Menang dalam tempo 2 jam ditemukan sudah berada disana Ketinggian debit air hampir sama dengan saat ini,” pungkasnya.
Kapolsek Kayuagung AKP Feryanto mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian korban tenggelam di Kelurahan Kedaton pukul 18.00 WIB dan langsung terjun mengamankan serta ikut mencari korban namun karena hari mulai malam pencarian di hantikan sementara akan tetapi masyarakat setempat masih berusaha mencari korban serta pihak kepolisian menghimbau agar seluruh masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk tetap waspada dan berhati-hati karena kejadian seperti dapat terjadi kepada siapapun apabila tidak berhati-hati,”himbaunya.
Lurah Kedaton Ashari mengungkapkan ketika mendapati informasi tenggelamnya salah satu warga kedaton sangat terkejut dan langsung menghubungi perangkat kelurahan baik RT dan RW serta Pemerintah Daerah (Camat, BPBD dan Dinas Sosial) untuk melihat secara langsung Tempat Kejadian dan harus berhati-hati khususnya yang memiliki anak-anak yang masih kecil serta tidak dapat berenang untuk memberikan pengawasan ekstra, untuk itu maka pihak kelurahan masih terus berusaha mencari korban (wulandari)
(salim)





