Fitrianti : Palembang Belum Masuk UHC

Fitrianti : Palembang Belum Masuk UHC

Palembang,newshanter.com – Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengungkapkan Palembang belum masuk kategori universal health coverage (UHC), yang mana dari 1.6 juta jiwa masyarakat Palembang masih ada 8 persen yang belum terjangkau dari jaminan kesehatan.

“Syarat untuk UHC dapat dikatakan berhasil itu harus 95%, saat ini karena ada perubahan data dari dari Kementerian Sosial maka tercapainya baru sampai dengan 92% dari target,” kata Fitrianti Agustinda, Selasa (19/10/2021).

Meski demikian, pemerintah kota Palembang masih optimis kedepannya warga Palembang secara menyeluruh dapat menikmati pelayanan kesehatan baik BPJS ataupun KIS.

Hal tersebut diungkapkannya usai pertemuan dengan perwakilan badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan kota Palembang yang membahasnya perkembangan UHC di kota Palembang di aula kantor Bappeda Litbang kota Palembang.

UHC sendiri dapat diartikan sebagai Cakupan kesehatan keseluruhan dimana sistem perawatan dan pelayanan kesehatan yang menjamin semua penduduk di wilayah tertentu memiliki akses untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Untuk saat ini, dikatakan Finda cakupan perlindungan sosial kesehatan untuk masyarakat Palembang telah mencapai 92 persen dari total seluruh masyarakat Palembang yang berjumlah 1.6 juta jiwa, sedangkan program UHC menargetkan minimal 95 persen telah tercover.

Oleh sebab itu, kata Finda pemerintah kota Palembang siap untuk memberikan semacam penjaminan untuk mengcover BJPS kesehatan bagi masyarakat Palembang.

“Pemerintah kota Palembang siap, dalam arti mengakomodir untuk memberikan semacam jaminan hutang untuk membayar pelunasan BPJS Kesehatan ini bagi warganya,” kata Fitri.

Fitrianti menjelaskan, program Pencankupan Kesehatan Universal ini menargetkan seluruh warga Palembang dapat menikmati pelayanan kesehatan BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Untuk menjamin hak masyarakat, Pemerintah Kota Palembang akan melanjutkan terus pekerjaannya, baik dari sisi birokrasi dengan BPJS maupun edukasi tentang pelayanan kesehatan kepada warganya,” tutup Fitri. (derla)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *