MUARAENIM.Newshanter.com- Dua Anak Baru Gede (ABG), Suci Pratiwi dan Hidmatun Nazilah keduanya warga Muaraenim, dihipnotis oleh dua pelaku tidak dikenal. Akibatnya barang-barang berharga, uang dan motor milik korban dibawa kabur pelaku, di kolam retensi depan GOR Pancasila Muaraenim, Minggu (3/5) sekitar pukul 11.30.
Berdasarkan pengaduan korban Suci Pratiwi di Mapolres Muaraenim dengan LP/B-204/V/2015/Sumsel/Res MA. Enim, Selasa (05/05/2015), bahwa kejadian hipnotis tersebut, berawal ketika korban Suci bersama temannya Hidmatun Nazilah, dengan mengendarai motor Yamaha Mio GT BG 3004 OE, berniat duduk santai dan beristirahat sembari menunggu hari sore.
Ketika sedang asyik mengobrol, tiba-tiba korban didatangi dua orang pelaku laki-laki yang tidak dikenal sembari menawarkan jimat dengan iming-iming berkhasiat jika digunakan korban. Namun untuk mendapatkan jimat tersebut, pelaku meminta mahar sebagai mas kawinnya yakni semua barang-barang berharga milik korban, sebab jimat tersebut bukan milik pelaku tetapi milik kakeknya yang sedang terbaring sakit di rumah sakit dr HM Rabain Muaraenim.
Dan rencananya barang-barang berharga dan uang yang ditukar dengan jimat tersebut akan digunakan untuk pembayaran berobat kakeknya. Mendengar hal tersebut, kedua korbanpun iba dan tanpa disadarinya, diduga sudah dibawah pengaruh hipnotis, kedua korbanpun menuruti semua keinginan pelaku dengan menyerahkan satu buah kalung emas seberat setengah suku, satu unit HP Nokia 5300 milik korban Suci dan satu unit HP Evercroos dan uang Rp 100 ribu milik Hidmatun. Setelah berhasil mendapatkan semua barang berharga milik kedua korban, salah seorang pelaku mengajak korban Suci dengan berboncengan motor milik Suci ke RSUD dr HM Rabain Muaraenim dengan alasan untuk melihat kakek pemilik jimat untuk biaya pembayaran.
Setiba di rumah sakit, korban diturunkan pelaku dengan alasan akan menjemput temannya di kolam retensi. Namun setelah ditunggu-tunggu sekian lama ternyata pelaku tidak kembali. Akibatnya kejadian tersebut korban menderita kerugian jutaan rupiah, dan akhirnya melapor ke Polres Muaraenim.
Sementara itu menurut Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto, saat ini, pihaknya sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengunkap kasus tersebut.(SP/NHO)





