Drs H Wijaya Msi, Siap Menjadi Calon Walikota Palembang,Melalui Jalur Independen

Drs H Wijaya Msi/ Fpto IST

PALEMBANG –Newshanter.com. Pemilihan Walikota (Pilkada) Palembang priode 2018-2023 tinggal satu tahun lagi. Kini telah bermunculan para Kandidat-kandidat baik itu melalui partai politik atau melalui jalur independen. Dari jalur independen, untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Palembang 2018,  salah satunya  muncul kandidat kalangan akademisi,  yakni  Drs. H Wijaya, Msi. Ketua pondok pesantren (Ponpes) Nurul Qomar Palembang dan dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Keseriusan untuk ikut menjadi calon walikota Palembang. Ia telah menyiapkan konsep program, jika ia terpilih nanti.

Menurut Wijaya Problematika yang kompleh terjadi dikota Palembang dari tata kelola pemerintahan, bongkar pasang jabatan aparatut sipir negara,kemacetan, banjir, penganguran dan kemiskinan serta persoalan lainnya menjadi alasan kuat yang harus dibenahi.Sebab jika ini dibiarkan Palembang yang sudah bagus dan maju sebagaikota Metropolitan sejak kepemimpinan walikota Eddy Santana Putra (ESP) 2003-2013 lalu akan sangat mengkhawatirkan.

Melihat kondisi saat ini sudah gagal,oleh wailokta sebelimya Padahal pondasi pembangunan kota Palembang sudah diletakan oleh walikota sebelumnya ESP, sekarang tinggal melanjutkan,” ujarnya kepada wartawan Newshanter.com di kantornya dikawsan Jalan Perintis Kemerdekaan Palembamng Sabtu (21/01/2017). Dikatakanya pencalonan dirinya ini sebenarnya karena dorongan atas keinginannya sejak lama, desakan dan dorongan kerabat dan tokoh masyarakat. Pasalnya, pada saat pemilihan walikota 2008 lalu, kini dia sudah siap mencalonkan diri lewat jalur independen, tapi terbentur dengan masalah persyaratan yang saat itu belum terakomodir untuk calon independen.” Kalau sekarang saya sudah siap mencalonkan diri sebagi calon walikokota Palembang priode 2018-2023,” ujar pria kelahiran 30 september 1964 ini.

Diakui oleh ayah dari tiga anak ini, selama Walikota Palembang dijabat Eddy Santana Putra ia adalah orang yang bermain dibelakang layar.”Selama dua priode kepemimpinan ESP saya mengimplementasikan konsep dan program pembangunan kota Palembang. Inilah kenapa saya bilang Palembang seharusnya bisa lebih maju, sekarang kita harus tampil untukmembenahinya,” ujarnya,

Dikatakan Wijaya, diatara prigram yang ia implementasikan di balil layar tersebut, yakni pendirian PT SP2J. Palembang Power, PT Sarana (Bank Perkreditan Rakyat) dan pelopor 2.500 unit rumah MBR melalui PT Wijaya Sematang Borang. ” Konsep itu kita yang menerjemahkannya, saksinya masih ada silahkan tanya kepada bapak Bahdir Johan, H Husni Thamrin (mantan sekda palembang yanh kini anggota DPRD Sumsel dan pak Pehan mantanasisten walikota Palembang,” jelas wijaya. Selain itu wijaya, MUBA sejahtera saat bapak Alex Noerdin menjadi bupati Muba tahun 2006 ia juga yang mengkosep.

Dikatakannya jika ia diamanahkan menjadi walikota Palembang, maka sejumlaj program strategis sudah disiapkan. Diantataranya hal utama yang dilakukan adalah perwujudtan birokrsi melalui clean government dan good goverment. ” Bagi saya unsur aparatur ini mnjadi utama, karena letak pemerintahan yang baik ini dimulai dari layanan yang baik dan prima,” jelasnya.

Tidak hanya mengatasi penggangguran yang masih belum seimbang dengan pesatnya pembangunan kota, utuk itu kita harus membuka lapangan kerja sebanyak banyaknya dan mengedapan ekonomi kreatif bagi masyarakat agar angka kemiskinan terus menurun sesuai standar nasiona,” Untuk membenahi kota Palembang, saya mentagetkan 18 bulan. Jika tidak berhasil saya mundur. Berarti saya tidak mampu.” ujar Wijaya,

Soal banjir yang menjadi musu kota Palembang saat musim hujan? kata Wijaya harus dibenahi mulai dari hulu sampai kehilir.Hal yang utama adalag bagamana penataan drainase yang baik di setiap jalan, yaitu cukup dengan gotong royong dan menyebur kesungai. ” Soal kemacetan ini adalah dampak dari pyaembangunan, tinggal bagaimana kita melakukan perbaikan prencanaan dan kelolah lalu lintas, saya rasa jika memang dikerjakan akan berhasil,” ujar dosen Sosiologi UIN Raden Ftah Palembang ini.
Ketika ditanya mengenai kendaraan politik ? “Saya kira peluang calon dari jalur independen sangat besar.me Kini tim relawan says sudah mulai bergerak mengumpulkan dukungan. Namun andai saja nanti ada partai yang melamar dan memberi dukungkan, dengan syarat tidak mahar politik karena ini untuk kepentingan rakyat.

“Tim relawan kini sudah begerak baik melalui mensos, mauoun media, stiker dan lainnya. “Untuk itu saya mohon doanya,” pungkas wijaya yang juga Kepala Pusat Kajian Kebijakan Kebudayaan dan Sosia mengakhiri bincangnya. (zainal piliang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *