DPRD Tegaskan Sopir Tak Boleh Gelar Razia Kasus Pemukulan Harus Diproses

PEKANBARU -Newshanter.com. Aksi tidak terpuji yang dilakukan sejumlah sopir taksi konvensional, terhadap pengemudi taksi online dan pengendara Go Jek mendapat kritikan dari kalangan dewan.Menurut legislator, tindakan anarkis tersebut tidak perlu terjadi. Termasuk aksi merazia taksi online dan Go Jek, itu bukan tugas dan wewenang sopir taksi konvensional.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST, Kamis (18/5/2017) menegaskan, merazia kendaraan tersebut merupakan tugas Dinas Pehubungan (Dishub) dan kepolisian. Sementara sopir atau pun komunitasnya, tidak dibenarkan melakukan razia.

“Kita harapkan Dishub dan polisi bisa mengantisipasi hal ini. Kan kasihan orang yang tidak tahu apa-apa jadi korban. Apalagi sampai dipukuli beramai-ramai. Jika memang ada aturan yang terlanggar oleh taksi online, maka ada dinas yang bertanggung jawab memprosesnya. Mari kita tegakkan aturan di kota ini,” tegas Sigit Yuwono kepada Tribunpekanbaru.com.

DPRD sendiri sebenarnya sudah dari awal mewanti-wanti Pemko, terkait transportasi online ini. Sebab biar bagaimana pun, kehadiran mereka tidak bisa dibendung.

Sebab setiap operator, baik taksi online dan ojek online , sudah mengantongi izin dari pemerintah pusat, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016.

Disinggung mengenai tindakan anarkis oleh oknum supir taksi konvensional yang memukul pengemudi taksi online, Sigit menegaskan, persoalan tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku. “Kita dorong kepolisian memprosesnya. Ini bertujuan memberi efek jera bagi yang lainnya,” tegasnya.

Datangi Kantor Polisi

Sementara itu Sejumlah pengendara ojek online GoJek menyambangi Mapolresta Pekanbaru, Kamis (18/5/2017) pagi. Kedatangan mereka untuk melaporkan terkait tindakan anarkis yang dilakukan para pengendara taksi konvensional terhadap pengendara GoJek.

Ilham, salah seorang pengemudi GoJek yang turut serta dalam rombongan mengaku, selain atributnya dicopot paksa oleh pengendara taksi konvensional, ia juga mendapatkan tindak kekerasan berupa pemukulan saat peristiwa kemarin.

“Saya dipukul dibagian wajah sebelah kanan. Ini masih bengkak, dan rahang saya masih sakit,” ujar Ilham sembari memegang pipinya.

Tak hanya itu, Ilham mengaku saat itu dirinya juga menerima caci dan maki dari para pengemudi taksi konvensional tersebut.

Dikatakan pengemudi GoJek yang juga merupakan mahasiswa di Universitas Riau ini, ada sekitar 10 orang lebih pengemudi GoJek yang datang ke Mapolresta Pekanbaru hari ini.Sebelumnya, puluhan pengemudi gojek berkumpul di perkantoran Sudirman Square, Rabu (17/5/2017) sore.

Sebanyak kurang lebih 80 an pengemudi gojek melakukan aksi solidaritas terkait kekerasan yang dialami beberapa pengemudi gojek saat terjadi sweeping oleh puluhan sopir taksi di Jalan Sudirman.(tp/era)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *