Palembang, newshanter.com – Peserta dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) ataupun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia (KATALIA) mengikuti daripada sertifikasi instruktur (trainer) junior trainer “Metodologi pelatihan KKNI level 4 (K4)”.
Dimana kegiatan ini sendiri dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 27-28 Juli 2022. Adapun kegiatan ini dipusatkan di aula Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sumatera Selatan (Sumsel).
Dimana kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPD KATALIA Sumsel Fransisca Jessie, Perwakilan BNSP Pusat Megasari, S.Pd.,M.Pd, dan para perwakilan dari DPC KATALIA. Kegiatan ini sendiri bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP IKI), JESSIE, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Rabu (27/7/2022).
Dikatakan Perwakilan BNSP Pusat Megasari, S.Pd.,M.Pd, saya sangat senang sekali bisa kembali ke kota Palembang, dimana pada hari ini saya hadir dalam kegiatan untuk sertifikasi.
Adapun kegiatan hari ini diawali dengan penjelasan mengenai sertifikasi dibidang metodologi, yang akan diwakili oleh saya sendiri yakni Penjamin Mutu atau Manager Penjamin Mutu dari Lembaga Sertifikasi Profesi Ikatan Kompetensi Indonesia (LSP IKI).
“Dimana pada kesempatan ini akan dihadiri langsung oleh Ketua LSP IKI, dimana akan mengadakan atau LSP kami akan mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) DPD Sumsel khususnya dengan KATALIA untuk mengajarkan sertifikasi dibidang metodologi,” ujarnya.
Kemudian, disini akan di kilas sedikit tentang sertifikasi metodologi, sebuah kegiatan pengakuan profesi, apa itu tentang profesinya sebagai seorang penata rias pengantin, ataupun dibidang metodologi profesinya seorang trainer, fasilitator, moderator, maupun narasumber.
Dimana bisa diketahui adalah sebuah aset atau daya saing bagi pelaku-pelaku profesi diluar sana, tentunya disini kita sorotnya adalah seorang perias pengantin yang bernaung dibawah sebuah organisasi nikah yaitu KATALIA.
“Para perias yang sekarang tentunya selain mempunyai skill dibidang tias pengantin, tidak menutup kemungkinan mereka pun mempunyai profesi lain,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, seorang perias pengantin yang mempunyai skill teknisnya di bidangnya, kedepannya setelah memang perkembangan yang namanya diluar sana sudah banyak sekali industri-industri, yang memang bersaing secara kompetitor sudah banyak, dan para perias sudah bermunculan.
MUA sudah banyak dari pelosok manapun bahkan di Sumsel DPC-DPC yang tersebar, dan sudah banyak ratusan perias. Akan tetapi satu hal yang harus kita garis bawahi, sekolah perias pengantin belum tentu menjadi seorang pengajar.
“Disini dan hari ini kesempatan yang terbaik yang diberikan oleh DPD Sumsel memberikan satu kesempatan kepada seluruh ketua dan DPC KATALIA dan seluruh anggota KATALIA yang ada di Sumsel,” katanya.
Masih disampaikannya, dimana tujuannya untuk dapat mengupgrade, skill dan kemampuannya selain sebagai seorang penata rias pengantin. Mereka pun mempunyai kesempatan sebagai fasilitator, trainer, narasumber, dan instruktur.
Mungkin diluar sana banyak saya sudah menjadi perias pengantin buat apa profesi yang lain. Seorang perias pengantin ketika memasuki zamannya yang sudah banyak kompetitor, sampai kapankah skill kita akan bertahan menjadi seorang perias pengantin.
“Ini adalah kesempatan yang terbaik, misalkan saya adalah seorang narasumber, saya adalah seorang pengajar, dimana skill yang didapat tersebut bisa dipergunakan profesi tersebut untuk mengatasi secara finansial,” bebernya.
Menurut Ketua DPD KATALIA Sumsel Fransisca Jessie, yang selalu upgrade sepanjang zaman itu adalah KATALIA, yang dimodifikasi, yang modern yang selalu upgrade sepanjang zaman.
Untuk baju-baju itu baju dari terinspirasi dari adat daerah masing-masing yang dimodifikasi, tetapi tetap tidak meninggalkan adat daerah masing-masing itu.
“Sedang untuk dari DPD KATALIA Sumsel saat ini berjumlah hampir 200 orang dari seluruh 17 kabupaten/kota di provinsi Sumsel,” imbuhnya.
Masih dilanjutkannya, bahwa didalam organisasi KATALIA, khususnya DPD KATALIA Sumsel, DPD KATALIA Sumsel saat ini merupakan pelaksanaan di tahun kedua yang mana tahun kedua ini kami sudah mengadakan sertifikasi sebanyak 4 kali.
Yakni mulai dari Sertifikasi MUA, Sertifikasi Muslim, Sertifikasi Bridal, dan Sertifikasi Metodologi.
“Dimana untuk peserta yang dua hari ini, kami khususkan hanya 20 orang untuk ketua DPC-DPC yang ada di provinsi Sumsel,” jelasnya.
Ditambahkannya, sebenarnya ada 17 DPC, tetapi sekarang yang baru kita mengikuti sertifikasi Metodologi KKNI level 4 sebanyak 6 DPC saja.
Diantaranya ada dari DPC Palembang, DPC Prabumulih, DPC Empat Lawang, DPC Lubuk Linggau, DPC Banyuasin dan DPC Lahat.
“”Dimana menjadikan perias pengantin itu sebagai mempunyai profesi yang baru yakni instruktur atau tenan,” tegasnya.(ton)





