Distabuknak Aceh Tamiang Coba Ciptakan Ramuan Tradisional Penangkal PMK 

Aceh Tamiang, newshanter.com – Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distabunak) Aceh Tamiang, mengimbau para peternak agar menggunakan obat tradisional untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah tersebut.

“Selain dari segi biaya lebih murah, obat tradisional juga lebih mudah didapat karena ada di sekitar pekarangan rumah,” kata Kepala Distanbunak Aceh Tamiang, Safuan di Aceh Tamiang, Rabu (29/6/2022).

Safwan menjelaskan dalam waktu satu bulan lebih jumlah hewan ternak yang sembuh dari infeksi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Aceh Tamiang meningkat drastis, saat ini tinggal 313 ekor yang masih terinfeksi PMK. Padahal sebelumnya Aceh Tamiang tertinggi di Aceh, hewan ternak yang terinfeksi PMK mencapai 8.379 ekor namun kini yang sembuh meningkat drastis, angka kesembuhan mencapai 8.781 ekor.

Saat kita kekurangan vaksin PMK di awal-awal sapi terserang PMK pada Mei lalu. Pihaknya melakukan upaya alternatif untuk mengobati hewan ternak yang terjangkit PMK, meski tanpa obat dan vaksin, tim petugas vaksin terus bergerak kelapangan melakukan sosialisasi pencegahan dan memberikan resep ramuan jamu untuk mengobati sapi yang terjangkit PMK.

Lanjut Safuan, ramuan jamu PMK ala Aceh Tamiang ini murah dan dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri. Bahan kebutuhan resep jamu tersebut terdapat disekitar kehidupan sendiri.

Safwan menjelaskan, yang dibutuhkan untuk membuat ramuan jamu PMK yakni,

Kunyit, Gula Merah, Asam Jawa, Air putih. Selanjutnya, gula merah sebanyak 2,5 on setara satu lempeng gula merah dibagi dua, kunyit satu jempol jari. Bahan tradisional tersebut semuanya dicampur dan ditumbuk lalu diperas airnya.

Kemudian ditambah air setengah liter dan sedikit asam Jawa, lalu diminumkan kepada sapi yang terinfeksi virus PMK.

Dengan upaya yang dilakukan sejumlah mantri dan dokter hewan serta obat tradisional yang diberikan peternak, sampai saat ini, sapi yang terjangkit virus PMK bertahan untuk hidup. “Kondisi ini tanpa mendahului tuhan, Insya Allah sapi-sapi tersebut akan sembuh bebas dari virus PMK,” jelas Safwan.

Meski demikian, pihaknya terus melakukan pengobatan terhadap ternak warga yang terjangkit di empat posko yang didirikan pihaknya dengan vaksin dan obat obatan. Terlebih sudah mendapat bantuan vaksin, obat-obatan dan lainnya dari Dinas Peternakan Aceh.

Keempat posko tersebut yakni Posko Karang Baru meliputi Kecamatan Karang Baru, Kualasimpang, Rantau dan Kecamatan Manyak Payed. Berikutnya Posko Seruway meliputi Kecamatan Seruway, Bendahara dan Banda Mulia dan Posko 3 meliputi Kecamatan Tamiang Hulu dan Tenggulun serta Posko Bandar Pusaka meliputi Kecamatan Bandar Pusaka dan Sekerak.

Dijelaskan, Setiap hari petugas di Posko yang dipimpin satu dokter hewan dan sejumlah mantri hewan melakukan pengobatan ternak warga dengan jadwal yang telah ditentukan. “Setiap hari mereka ke kampung-kampung yang telah dijadwalkan untuk melakukan pengobatan sapi warga yang terjangkit virus PMK,” kata Safwan. (SAG08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *