Palembang,newshanter.com – Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mewakili daripada Pemerintah provinsi (pemprov) membuka kegiatan pembukaan rapat ekspose data penyusunan neraca penatagunaan tanah perkebunan provinsi Sumsel tahun anggaran 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional provinsi Sumsel, bertempat di ballroom Santika Hotel Radial Palembang, Kamis (21/10/2021).
Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Dinas (Sekdin) Perkebunan Ir.Dian Eka Putra MSi yang mewakil daripada Kepala Dinas Perkebunan Sumsel mengatakan, pada pertemuan ini kita buka kegiatan mewakili Gubernur Sumsel, sekaligus sebagai narasumber mewakili Kepala Dinas kita. Dimana kita memberikan arah kebijakan pembangunan perkebunan diprovinsi Sumsel.
“Pada dasarnya BPN ini mengekspose neraca data perkebunan di Sumsel,” ujarnya.
Kemudian, kita memberikan masukan sejauh mana arah kebijakan pembangunan provinsi Sumsel sehingga dikembangkan oleh BPN Sumsel.
Kalau kita dari Perkebunan selama ini, kita selalu melakukan koordinasi, membina perkebunan di provinsi Sumsel.
“Berkoordinasi dengan semua stakeholder baik itu dari dinas yang membidangi perkebunan dikabupaten/kota,” ungkapnya.
Masih menurutnya, bukan hanya itu saja, baik BPN, BPS baik itu secara vertikal dalam hal ini Kementerian, kita selalu melakukan koordinasi dalam hal ini bagaimana mencoba bersama-sama membangun perkebunan diprovinsi Sumsel.
“Kalau data kita yang ada didata statistik kita saat ini kondisi sudah 2,9 juta hektar luas lahan area perkebunan, ini merupakan semua komoditas,” katanya.
Lanjutnya, kalau untuk miss komunikasi saya kira tidak ada, karena kita koordinasi, tapi memang data yang diekspose oleh mereka tadi, ada sedikit perbedaan, karena metode dalam pengelolaan datanya memang berbeda.
Dimana selama ini kita mengkoleksi data, memperoleh data itu melalui Mantri-Mantri statistik yang ada dikecamatan.
“Jadi jenjangnya dari Mantri Statistik kecamatan itu, nanti akan diolah dan dikoordinir oleh petugas dikabupaten/kota,” bebernya.
Masih disampaikannya, setelah itu disinkronkan oleh kita bersama-sama diprovinsi baru dibawa untuk disinkronkan secara Nasional sehingga menjadi angka nasional.
Metode yang dilakukan oleh BPN saat ini adalah dengan menggunakan citra satelit. Mereka mencoba digitasi berdasarkan citra, otomatis beda cara, tentu beda hasilnya.
“Jadi kita harapkan kedepannya kita lebih berkoordinasi dengan BPN dan BPS, agar data kita menjadi satu data provinsi dan satu data nasional,” jelasnya.(ton)





