Bengkulu Selatan, newshunter.com – Hasil liputan Awak Media dilapangan, pada Hari senin 28/11/2022 Di tempat proyek pelapis Tebing Akses jalan Nasional penghubung Aantara Dua provinsi Bengkulu dan provinsi Sumtra selatan yang Notaben Dinas PUPR Balai provinsi Bengkulu, Dan diduga proyek tersebut bakal mangkrak.
Anggaran Dana proyek tersebut mencapai Sebalas miliyar Rupiah, Dana APBN murni, sungguh sangat Eronis sekali kalau melihat, proyek yang menelan Dana Negara, yang Begitu Besar di kerjakan Oleh sala satu kontraktor yang Tidak Bertanggung jawab yang telah membiarkan Aset Negara menjadi Terbengkalai.
Padahal menurut informasi untuk pencairan dana tahap Awal sudah mencapai lima belas persen, dan kalau di tinjau dari sisi lain melihat dengan kondisi titik proyek tersebut tidak bisa disalahkan pihak rekanan saja tentunya Dari pihak pelelangan tender tersebut kurang berhati – hati dan tidak melihat lagi Bahwa pemenang tender proyek, bukan kontraktor yang bonafit alias kontraktor yang tidak profesional.
Sehingga dengan semaunya membiarkan Aset negara jadi terbengkalai seperti ini.
Dan dengan kejadian ini salah satu tokoh masyarakat yang sangat berpengalaman di bidang teknik proyek baik yang menggunakan Dana APBN Atau pun APBD dan juga seorang putra daerah Bengkulu selatan, Ali Dina angkat bicara.
Menurut Ali Dina tidak bisa baik dari pihak Dinas ataupun dari pihak kontraktor ingin putus kontrak begitu saja, karena menurut Ali Dina waktu untuk pengerjaan proyek tersebut waktu sudah sangat panjang, karena menurut Ali Dina dasar pihak dinas ataupun pihak Rekanan ingin memutuskan kontrak alasannya Sangat tidak mendasar.
Bahkan Ali Dina menduga baik dari pihak dinas atau pihak rekanan ini ada kerjasama korupsi Berjama’a jelas Ali Dina sampaianya kepada pihak media, jadi Ali Dina berharap kepada pihak Aparat penegak Hukum/ Atau bila perlu KPK turun kelapangan untuk melakukan motif, kenapa sampai proyek menelan dana miliyaran Rupiah Terbengkalai Tampak ada kejelasan, tutup Ali Dina.(HD/YS)





