Ogan Ilir, newshanter.com – Dampak perubahan cuaca ekstrem dan minimnya curah hujan mulai dirasakan para petani di Sumatera Selatan. Menyikapi kondisi tersebut, pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan bersama Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Ogan Ilir turun langsung meninjau area persawahan yang terdampak kekeringan di Desa Ulak Kembahang Dusun II, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (22/5/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memetakan kondisi lahan pertanian sekaligus mencari langkah cepat guna mengantisipasi ancaman gagal panen akibat berkurangnya pasokan air irigasi.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Satgas Tani Merdeka Indonesia Sumsel Totok K.S., Ketua Bidang Media M. Roum Alfaris, Staf PSP Dinas Pertanian Ogan Ilir Masykur Effendi, serta Korcam Tani Merdeka Indonesia Ogan Ilir Yudi Dwinata.
Ketua Kelompok Tani Sudimampir, Abdurahaman, mengungkapkan kekhawatiran para petani terhadap kondisi tanaman padi yang mulai terancam akibat kekeringan.
“Kondisi saat ini sangat membutuhkan penanganan cepat. Pasokan air ke saluran irigasi utama terus menurun, sementara tanaman padi sedang berada pada fase penting yang membutuhkan suplai air cukup agar tidak mengalami puso atau gagal panen,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, Masykur Effendi, mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil lahan persawahan yang terdampak.
“Kami dari Dinas Pertanian Ogan Ilir melihat langsung kondisi sawah di Desa Ulak Kembahang. Memang benar sebagian lahan mulai mengering. Berdasarkan data sementara, luas lahan terdampak kekeringan mencapai sekitar 300 hektare,” jelasnya.
Kasatgas DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel, Totok K.S., mengapresiasi langkah cepat Dinas Pertanian Ogan Ilir yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi petani di wilayah tersebut.
“Saya mewakili DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumsel mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir yang telah turun langsung memberikan dukungan kepada petani di Desa Ulak Kembahang, Kecamatan Lubuk Keliat,” katanya.
Di lokasi yang sama, Korcam Tani Merdeka Indonesia Ogan Ilir, Yudi Dwinata, menyebut pihaknya telah melakukan survei lapangan sejak sepekan terakhir untuk memantau dampak kekeringan di sejumlah kelompok tani.
“Satu minggu terakhir kami sudah melakukan survei ke beberapa kelompok tani. Kondisi terparah terjadi hampir di seluruh area tiga kelompok tani dengan total lahan terdampak kurang lebih 300 hektare,” ungkap Yudi.
Kehadiran jajaran Dinas Pertanian disambut positif oleh para petani dan pengurus Tani Merdeka Indonesia. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, seperti bantuan pompanisasi maupun distribusi air darurat untuk menyelamatkan tanaman padi yang masih dapat dipertahankan.
“Kami sangat berterima kasih karena pihak Dinas Pertanian sudah datang langsung melihat kondisi nyata di lapangan. Harapan kami tentu ada solusi cepat agar sawah masyarakat bisa terselamatkan,” tutup Yudi. (Frs)





