Beni Samsu Trisno, Napi yang Tewas di Mako Brimob, Tiap Lebaran Pulang ke Agam

PADANG, Newshanter.com. — Sebanyak enam korban tewas dalam kericuhan di Mako Brimob sudah diidentifikasi oleh tim di Rumah Sakit Polri.

Informasi yang dihimpun, dari enam mayat tersebut salah satunya berasal dari Sumatera Barat yaitu Beni Samsu Trisno, lahir 18 Juni 1986, wiraswasta, alamat di Pintu Rimbo Jarong Pudung, Kecematan Ampek Nagari Kabupaten Agam.

Wali Nagari Bawan Kamiruddin, saat dikonfirmasi harian haluan.com, mengatakan, korban Beni memang tercatat sebagai warganya. Namun, korban yang terlibat jaringan teroris itu bukan warga asli dari Pintu Rimbo.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, Beni menikah dengan warga pintu Rimbo sekitar tahun 2011. Setelah menikah, ia membawa istrinya merantau ke daerah Riau,” kata Kamaruddin kepada Haluan, Kamis (10/5/2018).

Lebih jauh Kamaruddin mengakui, berdasarkan informasi yang diperolehnya Beni hanya pulang ke kampung istrinya tersebut saat lebaran saja.

“Keterangan dari masyarakat sekitar ia pulang hanya setiap lebaran saja, itu pun tidak terlalu bergaul dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dusun Pintu Rimbo, Syaiful PP membenarkan yang bersangkutan menikah dengan warga Pintu Rimbo. Tidak lama setelah menikah membawa istrinya ke Pekanbaru, dan sangat jarang pulang kampung.

“Palingan pulang hanya silaturahmi dengan mertuanya, tidak banyak bergaul dengan masyarakat,” kata Syaiful.

 

Kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sejak Selasa (8/5/2018) malam mengakibatkan enam polisi dan satu orang teroris tewas. Teroris yang tewas itu bernama Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrahim.

Sebagai seorang teroris, nama Beni sempat mencuat di pengujung 2017. Kala itu, Kepolisian Daerah Riau mengungkapkan bahwa Beni merupakan anggota jaringan Jamaah Ansor Daulah (JAD). Pria kelahiran Pariaman, Sumatera Barat pada 18 Juni 1986 ini dikenal sebagai aktor yang berencana menyerang sejumlah kantor kepolisian di Pekanbaru, Riau.

Kendati demikian, Beni tak pernah berhasil merealisasikan rencananya tersebut. Pada 24 Oktober 2017, dia justru ditangkap oleh polisi dalam operasi penindakan serentak di berbagai kota. Kala itu, polisi berhasil mengamankan Beni di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Riau.(Hln)
.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *