Agam, newshanter.com – Masyarakat adat Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, resmi menggelar prosesi Batagak Gala untuk penobatan gelar adat Niniak Mamak suku Koto, Datuak Nan Dahulu, Senin (25/5/2026).
Kegiatan adat yang berlangsung khidmat di Aula Masjid Nurul Islam, Jorong Gantiang itu dihadiri puluhan Niniak Mamak, pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bundo Kanduang, serta tokoh masyarakat setempat.
Gelar adat Datuak Nan Dahulu yang merupakan bagian dari Niniak Mamak Urang Nan Sapuluah tersebut resmi disandang oleh Ir. Edison Erzet, menggantikan datuak sebelumnya, almarhum Effendius, yang telah wafat.
Tokoh masyarakat Tilatang Kamang, Brigjen Pol. Suhirman, menyampaikan bahwa pengangkatan kembali Datuak Nan Dahulu menjadi langkah penting dalam menjaga kelangsungan adat dan pembinaan anak kemenakan di tengah masyarakat.
“Kita turut berduka atas wafatnya Inyiak Datuak Effendius. Segala dedikasi beliau dalam menjaga adat dan membimbing anak kemenakan semoga menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” ujar Suhirman.
Ia berharap kepemimpinan adat yang baru dapat memperkuat persatuan kaum serta menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau di Nagari Koto Tangah.
Menurut Suhirman, prosesi Batagak Gala kali ini juga menjadi momentum kebangkitan semangat baru dalam pelestarian adat, penjagaan pusaka kaum, dan pembinaan generasi muda di kampung halaman.
“Doa dan dukungan tentu kita berikan kepada kakanda Edison Erzet Datuak Nan Dahulu agar mampu menjalankan amanah besar sebagai pemimpin adat yang ditinggikan dan didahulukan di nagari,” katanya.
Sementara itu, Walinagari Koto Tangah, Amrizal Gunawan Datuak Maruhun Basa, menjelaskan bahwa pengangkatan gelar adat tersebut telah melalui tahapan musyawarah mulai dari lingkungan keluarga, kaum, hingga disepakati di tingkat nagari.
“Dalam sistem adat Koto Tangah, pengangkatan seorang datuk memiliki tiga jalur, yakni mambangkik batang tarandam, iduik bakarilahan, dan batungkek budi. Prosesi kali ini merupakan jalur batungkek budi, yaitu pergantian gelar karena datuk sebelumnya telah berpulang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengangkatan itu sejalan dengan falsafah adat Minangkabau “patah tumbuah hilang baganti, pusako basalin ka nan patuik”, yang menegaskan bahwa gelar pusaka adat akan diwariskan kepada sosok yang dinilai layak dan pantas menerimanya.
Pemerintah Nagari Koto Tangah pun berharap Datuak Nan Dahulu yang baru dapat menjadi pengayom, pelindung, serta pembimbing bagi anak kemenakan dan masyarakat nagari.
Di sisi lain, Edison Erzet Datuak Nan Dahulu menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif.
“Sebagai Niniak Mamak, fokus utama saya adalah memajukan anak kemenakan dan masyarakat kampung terlebih dahulu. Filosofi ‘anak dipangku, kemenakan dibimbing, urang kampuang dipatenggangkan’ akan selalu menjadi pegangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan komitmennya untuk menjaga marwah adat dan memperkuat peran Niniak Mamak, baik di ranah maupun di rantau, demi kemajuan Nagari Koto Tangah ke depan.(A/M)





