Bukittingi, News Hanter.com-Ditengah Pandemi Covid-19,ditambah dengan di keluarkanya intruksi no 20 tentang PPKM, dengan di berlakukannya PPKM darurat tersebut menyebabkan beberapa sektor ekonomi terganggu, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bukittinggi.
Untuk membangkitkan sektor ekonomi kerakyatan ini, salah seorang anggota DPRD Kota Bukittinggi dari komisi II dari partai Golkar H.Syafril S.Par, berusaha mencari jalan keluar dari keterpurukan ekonomi tersebut dengan menyiapkan regulasi yakni dengan membuat semacam pelatihan dan bantuan permodalahn kepada pelaku UMKM yang berada di wilayah pemilihanya melalui dana pokir , yang mana selama ini pelaku usaha Mikro kecil dan menegah sebagai ujung tombak perekonimian daerah
“alhamdulilah, masyarakat yang berada di wilayah kelurahan Puhun Pintu Kabun menyambut dengan antusius rencana yang kakan dilakukan dan banyak warga antre untuk mengikuti pelatihan tersebut, namun karena keterbatasan anggaran terpaksa masyarakat yang akan ikut di gilir secara bergantian menungu program berikut nya,” terang H.Syafril,
Terkait dengan percepatan ekonomi di sektor UMKM, Anggota DPRD komisi II ini, siap menyinergikan dalam program nawa karsa yang masuk dalam visi dan misinya kebangkitan ekonomi.
Tahun 2022 ini, sebesar 50 % dari dana pokir, kita alokasikan untuk meningkatkan ekonomi UMKM dan pelatihan, kita juga akan mencarikan jalan keluar setiap ada kendala bagi pelaku Usaha Mikro, dalam bentuk permodalan pungkas H.Syafril
Pelaku UMKM ini tidak hanya diberi bantuan modal, tapi juga pelatihan pemasaran produk tersebut hingga bisa menembus pasar,” ungkap H. Syafril mengakhiri ( M)





