Babinsa Kowi yang selalu dekat dengan Anak-Anak

 

Newshanter.com, Situbondo – Tenda Terpal yang berada di lokasi pembuatan jalan baru TMMD ke-107, setiap hari di gunakan sebagai tempat istirahat, tempat kumpul masyarakat yang lagi mengerjakan pembuatan jalan baru. Tenda tersebut di namakan oleh masyarakat “Tenda Pak Kowi”.

Bukan hanya masyarakat yang tua-tua saja yang sering nongkrong di Tenda Pak Kowi tersebut. Namun, saat ini banyak anak anak datang ke Tenda Pak Kowi tersebut. Kedatangan anak-anak tersebut, tidak lainnya ingin mendengarkan cerita yang disampaikan Babinsa Kowi dengan logat bercerita ala Papua yang dikenal dengan MOP tersebut.

Siang itu, saat anak-anak berada di Pak Kowi, sang Babinsa Tlogosari yang terkenal ramah terhadap orang dewasa maupun anak-anak  bercerita tentang toleransi beragama di daerah Papua sana.

 “Ada suatu kisah tentang bapak pendeta dan bapak haji di suatu kampung di Papua,” jelas Pak Kowi mengawali ceritanya kepada anak-anak yang ada di tendanya.

Ketika itu, kata Pak Kowi kepada anak-anak, pendeta dan pak haji sedang berjalan pulang bersama seusai menghadiri rapat di desa. Kebetulan, rumah mereka satu arah yang sama dan harus menyeberang sebuah kali yang kedalamannya se-perut orang dewasa.

Lebih lanjut, Pak Kowi menceritakan tentang pak haji dengan pendeta kepada anak-anak tersebut, kebetulaan saat itu jembatan sedang rusak dan mau tak mau mereka harus berbasah-basah melintas kali yang dalamnya seperut orang dewasa itu.

 “Bapa, sa gendong sudah e,” kata pak haji kepada pendeta.

 “Ah tidak pak haji, sa saja yang gendong,” sahut pendeta ke pak haji.

 “Eeee… Sa masih muda bapa, mari sudah,” ujar pak haji ke pendeta lagi.

 “Sebentar pak haji, bukan masalah tong muda atau tua,” balas pendeta ke pak haji.

 “Apa kata dorang di kampung nanti, trada ceritanya Pendeta Naik Haji,” ucap pendeta kepada pak haji.

Demikian sekelumit cerita Babinsa Kowi, logat bercerita ala Papua yang didengarkan oleh anak-anak saat berada di tendanya. Anak anak pun tertawa riang gembira mendengarkan cerita Pak Kowi tentang pendeta dan pak haji tersebut. (Heru Pendim 23)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *