Autogate Tak Didesain untuk Tolak Nama Muhammad & Ali

JAKARTA.Newshanter.com – Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan autogate merupakan perangkat yang dirancang untuk perekaman data perlintasan di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) bagi WNI pemegang paspor elektronik dan nonelektronik.

“Autogate tidak didesain untuk secara khusus melakukan penolakan terhadap nama-nama yang mengandung kata ‘Muhammad’ atau ‘Muhamad’ maupun ‘Ali’ dan nama yang lain,” tutur Kepala Subbagian Humas Dirjen Imigrasi, Yan Wely Wiguna, di Kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/3/2015).

Menurutnya, yang terjadi dalam autogate nantinya adalah sistem akan menampilkan hasil proses verifikasi data yang terindikasi memiliki tingkat kemiripan kesesuaian sangat tinggi.

“Data yang masuk itu (nama Muhammad, Muhamad, dan Ali, serta yang lainnya) akan diverifikasi terhadap data pencegahan dan penangkalan maupun data-data keimigrasian yang telah diinput sebelumnya,” jelas dia.

Wely menjelaskan, dalam proses pendaftaran di autogate akan dilakukan proses verifikasi data pemegang paspor secara realtime ke pusat data keimigrasian. Seperti, kepemilikan paspor, data pencegahan dan penangkalan, serta data keimigrasian lainnya.

“Proses ini membutuhkan waktu, khususnya untuk nama yang oleh sistem ditemukan adanya kemiripan atau kesesuaian (memenuhi tingkat kemiripan yang telah ditentukan) dengan data pencegahan dan penangkalan, maupun data-data keimigrasian yang telah diinput sebelumnya,” terang dia.

Lebih lanjut Wely menuturkan, untuk dapat menggunakan fasilitas autogate, pemegang paspor nonelektronik harus melakukan proses pendaftaran di TPI yang pada pelaksanaannya akan dibantu petugas Imigrasi.

“Saat ini Direktorat Jenderal Imigrasi mengembangkan sistem yang memungkinkan pemegang paspor RI nonelektronik menggunakan fasilitas autogate tanpa harus melakukan proses pendaftaran,” pungkasnya.(OKEZONe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *