LAHAT -Newshanter.com,- Atlit wushu asal kabupaten Lahat yang diketahui pasca pelaksanaan pekan olahraga provinsi (porprov) di Linggau lalu dan kemudian dipanggil ke tahapan seleksi persiapan proyeksi pra-PON 2016 Jawa Barat kedepan, saat ini masih terus berlatih dan mempersiapkan diri di tingkat provinsi. Meskipun awalnya, dari sedikitnya total ada 8 orang atlit, namun terakhir hanya menyisakan 2 orang atlit saja, namun asa dan harapan tetap tinggi, guna memperoleh prestasi tertinggi, dan membawa nama harum kabupaten Lahat.
Seperti diketahui, salah satunya melalui manajer dan pelatih pendamping atlit wushu asal Lahat, Lettu CKM Dian Husni diwawancarai Selasa (01/09/2015), setelah mengalami proses seleksi, memang hanya menyisakan 2 orang atlit saja, asal Lahat yang lolos untuk kemudian dipersiapkan ke ajang seleksi kualifikasi pra-PON di Bandung pada tanggal 20 – 27 September mendatang.
“Adapun kedua atlit kita yaitu Deni, atlit sanda putra, yang kesehariannya bekerja sebagai anggota Petugas Pemadam Kebakaran (PBK), di kelas 65 Kg, dan satu lagi Fersi Arsika, atlit sanda putra, yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai honorer di Dishubkominfo, yang akan berlaga di kelas 60 Kg, ditambah dua pelatih, yaitu A Yani Saiful dan saya sendiri,” ujar Dian Husni.
Dian mengatakan, sampai saat ini bagi kontingen Lahat, merupakan suatu kebanggan tersendiri bisa mewakil kabupaten berjuluk Seganti Setungguan, meski disisi lain, hingga saat ini, bisa dikatakan untuk perhatian terhadap atlit-atlitnya sendiri bisa dikatakan masih sangat minim, khususnya dari pihak Pemkab Lahat, KONI, serta dinas terkait yang berkopeten dibidangnya.
“Memang, masih ada juga pihak-pihak individu yang memperhatikan dan memberikan bantuan, baik moril atau materil, seperti H Saifudin Aswari Rivai SE, Nasrun Aswari SE MM,
Ferli Sumarno SE, Ir Ludik Sitompul, namun hal tersebut jelas masih sangat dirasakan kurang adanya,” ungkap Dian lagi.
Oleh karenanya, lanjut pelatih yang kesehariannya bekerja di Rumah Sakit TK IV 020702 DKT Lahat ini, kedepan pihaknya masih sangat mendambakan adanya donatur ataupun perhatian dari pihak-pihak yang lain, khususnya pemkab Lahat sendiri. Karena memang, didalam mempersiapkan segala sesuatunya, yang berkaitan dengan kepentingan dan kebutuhan atlit itu sendiri, jelas tidak hanya membutuhkan biaya dan pengorbanan yang sedikit.
“Kami jelas takkan mengeluh dan selalu akan berusaha sekuat tenaga untuk mempersiapkan diri, meski keterbatasan menghantui. Namun, sungguh bijaksananya jika kami juga sedikit mendapatkan perhatian serta dukungan dari pihak pemkab dan pihak terkait lainnya, demi hasil maksimal kedepannya, dan demi misi membawa harum nama kabupaten Lahat diajang nasional,” beber Dian Husni lagi.(Edo)





