Palembang, newshanter.com – Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) bersinergi dengan PKK Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengelar festival kuliner pasar dan makan tekwan terbanyak. Dimana kegiatan ini menurut rencana akan memecahkan rekor MURI, dan akan digelar pada bulan Desember 2022 mendatang di halaman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, dan bakal masuk rekor MURI, demikian diutarakan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat APJI Sri Radarwati saat ditemui usai pertemuan di Griya Agung Palembang.
Dikatakan Sekjen Dewan Pengurus Pusat APJI Sri Radarwati, dimana pihaknya pada bulan Desember 2022 mendatang akan mengelar rakernas dan Palembang terpilih menjadi tempat digelarnya Rakernas tersebut.
Dimana kami pilih Palembang karena pengurus disini terbilang aktif, makanya di pilih disini apalagi sejak pandemi covid-19 kegiatan selalu digelar di Jakarta, makanya keluar daerah dan kota Palembang menjadi pilihan.
“Dimana nantinya akan ada festival jajanan pasar digelar, makan tekwan terbanyak sekitar 5.000 porsi dan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Kemudian, kita pilih tekwan karena kalau makan pempek sudah biasa, dimana tekwan belum, dan apalagi tekwan makanan yang digemari.
Dimana Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) dan jasa boga menjadi fokus dari APJI untuk terus berkembang dan tumbuh mengingat keberadaan keduanya penting untuk mendorong perekonomian.
“Ada banyak lapangan usaha dan penyerapan tenaga kerja bahkan UMKM menyokong ekonomi Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru, pihaknya sangat mendukung program ini sebagai bagian untuk mendorong UMKM dan penciptaan makanan tradisional di Sumsel yang lebih kreatif dan inovatif.
“Kita akan memperkenalkan makanan di Sumsel lebih masal lagi. Selain itu, akan ada inovasi dan kreatifitas dari pelaku usaha dan masyarakat untuk pengembangan kuliner di provinsi Sumsel yang lebih mudah namun bergizi,” katanya.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APJI Provinsi Sumsel Siti Sulaiha, dimana bentuk dukungan kepada UMKM dibidang kuliner adalah dengan memberikan pelatihan-pelatihan adanya menu-menu baru kita angkat lagi supaya ada kesinambungan.
Kita ini sekarang berusaha mencari apa makanan dingin yang bisa diangkat kembali. Sekarang prosesnya kita mulai benahi dari rakernas inilah dari acara UMKM.
“Nanti kelihatan makanan apa saja yang lebih dominan nanti ada penilaiannya dan hasil dari situ akan kita angkat dari seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang di ada di Sumsel,” bebernya.(ton)





