MUARAENIM -Newshanter.com. Pembentukan Kementerian Agama merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara religius yang nasionalis.Untuk itu, ASN Kemenag harus lebih religius dibandingkan ASN lain.
Hal tersebut dikatakan Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar yang membacakan kata sambutan Kementerian Agama RI, pada peringatan Hari Amal Bakti ke-71 Tahun 2017 di halaman Kantor Pemkab Muaraenim, Selasa (3/1/2017).
Upacara peringatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar, dihadiri juga oleh Wakil Bupati Muaraenim H Nurul Aman, para pejabat muspida dan muspika serta ribuan keluarga besar Kemenag RI.
Kakankemenag Muaraenim H Muhammad Abdu
Kakankemenag Muaraenim H Muhammad Abdu secara simbolis memberikan cenderamata kepada pensiunan Kemenag Muaraenim, Selasa (03/01/2017).
Menurut Muzakir, bahwa tanggal 3 Januari 1946, pemerintah atas usulan dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) membentuk Kementerian Agama dan mengangkat Menteri Agama yang pertama yaitu Haji Mohammad Rasjidi.
Pembentukan Kementerian Agama merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara religius yang nasionalis.Sebagai bangsa yang majemuk, agama menjadi unsur perekat integrasi nasional.
Agama yang diyakini dan diamalkan oleh umatnya masing-masing akan menjadi unsur pembentuk Nation and Character Building bagi bangsa Indonesia.
“Saya mengingatkan, toleransi dan kerukunan bukan milik sesuatu golongan semata, tetapi harus menjadi milik semua golongan dan berlaku bagi semua pemeluk agama,” kata Muzakir.
Dengan kegiatan ini, lanjut Muzakir, kedepan akan semakin memperkuat komitmen bersama terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama.
Saat ini, kinerja Kementerian Agama dinilai publik semakin positif.
Indeks kepuasan jemaah haji meningkat, indeks kerukunan umat beragama juga masih tinggi.
Atas keberhasilan tersebut, Kemenag, beberapa waktu lalu mendapatkan sejumlah penghargaan seperti, penghargaan dari Presiden sebagai Penyedia Layanan BLU dengan Akses Terjangkau, dan Penghargaan dari Kemenkeu sebagai Kementerian dengan Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar dalam APBN.
Selain itu Kementerian Agama juga mendapatkan penghargaan ganda terkait ekonomi syariah, yaitu sebagai Pemrakarsa Proyek Infrastruktur Berbiaya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Investor Utama Sukuk Negara Domestik.
Sementara itu, Kakankemenag Muaraenim H Muhammad Abdu mengatakan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama, tentu wajib bersyukur, karena ASN Kementerian Agama terkadang dinilai punya keunggulan religiusitas dibanding ASN di instansi lain.
Oleh karena itu, kita harus terus mengoptimalkan semangat spiritual yang menjadi landasan untuk melakukan kerja profesional.
Dan sesuai logo Kementerian Agama “Ikhlas Beramal” untuk bisa menjadi pemicu semangat mengabdi kepada masyarakat dan negara yang senantiasa harus diniatkan sebagai ibadah yang tulus, sebab kinerja kita tidak hanya dinilai oleh masyarakat, akan tetapi juga dinilai oleh Allah SWT.
Usai upacara peringatan Hari Amal Bakti dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia kepada salah seorang pegawai Kementerian Agama yang telah mengabdi selama 20 tahun.
Terakhir acara ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada pensiunan Kementerian Agama, dan Penampilan Marching Band dari siswa-siswi MIN 1 Muaraenim.(sp/01)






