Palembang, newshanter.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) H Ahmad Zulinto memberikan tanggapan terkait masih sedikitnya untuk para guru Agama Islam yang berada di tingkat pendidikan anak usia dini (paud), sekolah dasar (SD), dan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) yang mendapatkan sertifikat pendidikan profesi guru (PPG), itu terungkap saat ditemui di ruangan Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) kota Palembang.
Dikatakan H Akhmad Zulinto, saya sebagai ketua PGRI bersyukur bahwa PPG yang terkendala di guru Agama yang hampir 500 Guru Agama yang belum di PPG dan PPG di Kementerian Agama hanya sekitar sampai 5 orang pertahun, artinya PPG tidak bisa diselesaikan secara cepat.
Namun alhamdulillah atas arahan Walikota Palembang H Harnojoyo dan Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang waktu adanya audiensi bahwa PPG untuk Agama itu karena tidak menyalahi daripada aturan yang ada.
“Sehingga pemerintah kota Palembang melalui dana APBD akan mensubsidi itu,” ujarnya.
Kemudian, tujuannya adalah agar mereka dapat menyelesaikan PPG, harapan kemarin Walikota Palembang H Harnojoyo dan Sekda Kota Palembang Drs Ratu Dewa bahwa dalam 1 tahun anggaran ini PPG bisa terselesaikan termasuk juga dari yang sekolah umum.
Artinya pemerintah kota Palembang dalam hal ini Walikota Palembang dan Sekda Palembang yang mana kemarin melaksanakan audiensi begitu respect dan bertanggung jawab penuh.
“Tujuannya agar para Guru Agama ini pada saatnya nanti mendapatkan sertifikat pendidik dan dia berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, kita tidak paham mungkin anggaran dari Kementerian Agama, karena ini secara Nasional mereka di bawah Kementerian Agama, tapi karena mereka juga adalah pegawainya daerah.
Dimana yang juga harus tanggung jawab pemerintah kabupaten (pemkab), pemerintah kota (Pemkot), pemerintah provinsi (pemprov) selain daripada Kementerian.
“Maka Walikota Palembang dan Sekda Kota Palembang, setelah mempelajari ini ternyata kita sudah ada Memorandum of Understanding dengan Universitas Islam Negeri (UIN) maka hal ini akan kita lakukan PPG di UIN,” katanya.
Masih disampaikannya, sedangkan untuk pembiayaan adalah anggaran daerah itu tidak bersalahan, maka insya Allah ditahun 2023 semua guru Agama kita di sekolah kota Palembang itu bisa melaksanakan PPG hampir lebih kurang 500 orang.
Dimana anggaran ditahun 2023 yang saya dengar kemarin dari Dinas Pendidikan itu menganggarkan hampir lebih kurang 2 Miliyar, artinya itu selesai, dan itu harapan kami.
“Kami PGRI berterima kasih yang sebagai organisasi guru, kami sangat mensupport pemerintah kota Palembang, dan bersyukur serta berterima kasih banyak,” imbuhnya.
Masih dilanjutkannya, bahwa guru-guru yang berada dibawah naungan PGRI sangat diperhatikan oleh pemerintah, khususnya pemerintah kota Palembang.
Peran para guru Agama ini sangat besar, pembangunan karakter, pembangunan keimanan, pembangunan ketakwaan tentunya ini peran daripada guru Agama.
Bagaimana guru Agama memberlakukan anak-anak kita ini, anak didik kita yang memiliki budi pekerti yang baik yakni dari agama.
“Jadi kita jangan meragukan peran daripada guru Agama, karena mereka adalah garda terdepan didalam pembentukan akhlak,” bebernya.
Ditambahkannya, maka dari guru Agama pun kita berikan satu dukungan dan dorongan jadilah guru Agama yang betul-betul menjalankan amanah. Bahwa guru Agama itu beban moralnya sangat besar, dipundaknyalah bagaimana kita menyempurnakan akhlak daripada anak-anak kita ini dengan membawa berdasarkan ajaran.
Mudah-mudahan para generasi kita menjadi generasi yang Islami, yang agamais, serta mereka memiliki budi pekerti dan akhlak yang mulia itu yang terpenting.
“Kalau kita berbicara tentang fasilitas saya rasa sama, pemerintah kota khususnya dibidang pendidikan tidak membeda-bedakan masalah fasilitas,” jelasnya.(ton)





